Tuesday, March 31, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Belu Buka Seminar Akhir Studi Kelayakan Pembangunan Gudang Non Sistim Resi Gudang

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka mempercepat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi sesuai Inpres nomor 1 tahun 2021, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM membuka kegiatan seminar akhir studi kelayakan (Feasibility Study) Pembangunan Gudang Non Sistim Resi Gudang di Dusun Motabenar, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu.

Kegiatan studi kelayakan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Paradiso Atambua, Kamis (9/12/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Perindag, Kepala Bidang Litbang pada Bapelitbangda Prov. NTT, Tim Ahli, Peneliti, Perwakilan Kadin Belu, Perwakilan Bulog, Perwakilan Sabandar, Perwakilan HIPMI, pengepul, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi pada Kawasan Perbatasan di Aruk, Skouw dan Motaain.

Dalam Inpres ini tertuang pembangunan sarana perdagangan untuk memperlancar distribusi lewat berbagai akses yang disiapkan oleh negara guna mempercepat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi sesuai karakteristik kebutuhan dan potensial daerah masing-masing.

Wakil Bupati Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2021 memiliki tujuan akhir yaitu akselerasi pembangunan khususnya didaerah perbatasan.

FOTO : Kegiatan seminar akhir studi kelayakan (Feasibility Study) Pembangunan Gudang Non Sistim Resi Gudang di Dusun Motabenar, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu.(tim)

“Belu, Aruk dan Skow merupakan daerah yang berada diperbatasan NKRI yang dinilai
tertinggal dari sisi pemerataan pembangunan oleh karena itu dibuatlah Instruksi Presiden untuk mempercepat akselerasi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pinta Alo Haleserens.

Lanjut Wabup Belu, pembangunan ini sangat penting karena dapat menampung barang juga menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dirinya pun menghimbau agar peserta seminar mengikuti kegiatan hingga selesai karena sifatnya penting.

“Peserta seminar diharapkan sabar dalam mengikuti seminar, aktif memberikan masukan dalam rangka memperkaya rekomendasi,” ujar Wabup Alo Haleserens.

Diharapkan pula agar setelah selesai mengikuti seminar, para peserta dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa akan di bangun gudang di Dusun Motabenar Desa Silawan.

“Bangun koordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat dalam membangun gudang ini,” tutur Alo Haleserens.

Wabup Belu juga mengajak seluruh peserta, stakeholder dan masyarakat untuk bersatu hati, bersepakat, bergandengan tangan membangun Kabupaten Belu menuju Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.

“Tujuan akhir kita disana. Itulah visi dan misi kita jauh kedepan yang kita bisa realisasi,” Jelas Alo Haleserens.

Untuk diketahui, Kabupaten Belu memperoleh 1 gudang non sistim resi yang terletak di dusun Motabenar, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur. Adapun tujuan dan sasaran adalah untuk meningkatkan pemasaran komoditi potensi terutama hasil pertanian dan meningkatkan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Penulis – Rony|Editor – Christovao

Popular Articles