Rooftop Creative Space akan Didirikan di Pasar Banyuasri

43

BULELENG, The East Indonesia – Geliat ekonomi kreatif (Ekraf) generasi muda di Kabupaten Buleleng telah menjadi aspek yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana akan mendirikan Rooftop Creative Space (RSC) dengan memanfaatkan lahan parkir Pasar Banyuasri yang terletak di lantai 3.

Demikian diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara saat dikonfirmasi pada Sabtu, (25/12). “Sudah mendapat dukungan penuh dari Bapak Bupati dari audiensi kemarin dengan Komite Ekraf Kabupaten Buleleng,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dody menjelaskan RSC tersebut sejatinya oleh pimpinan sudah dicanangkan jauh-jauh hari sebelum Pasar Banyuasri rampung dan diresmikan. Hal itu sejalan juga dengan semangat Spirit of Sobean yang disongsong oleh Pemkab Buleleng dalam menunjukkan keunggulan produk asli lokal Buleleng, tidak terkecuali produk ekonomi kreatifnya. “Tujuannya adalah bagaimana aktivasi Pasar Banyuasri ini supaya memang menjadi destinasi yang Sobean,” jelasnya.

Baca juga :  Pertumbuhan Ekonomi Bali masih Terkontraksi -4 Sampai -2

Saat ini gagasan tersebut telah direncanakan RSC tersebut oleh Komite Ekraf Kab. Buleleng disupervisi oleh sejumlah perangkat daerah terkait termasuk Dispar Kab. Buleleng di bawah koordinasi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Buleleng.

Lanjut Dody, RSC yang rencananya akan dirampungkan pada Januari 2022 itu akan dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti kios-kios UKM kuliner, panggung pementasan, ruang workshop, dan skate park. Semuanya dikelola oleh Komite Ekraf Kab. Buleleng bersinergi dengan perangkat daerah terkait dan masyarakat yang tergabung dalam komunitas ekraf.

Terkait UKM, pihaknya pada saat ini telah menugaskan Komite Ekraf Kabupaten Buleleng untuk melakukan pendataan terhadap para pelaku UKM yang akan berpartisipasi dan memfasilitasi segala urusan administrasi yang mereka butuhkan. “Mereka melakukan pendataan terhadap pelaku dari 17 sub sektor ekraf Buleleng, setelah melakukan pendataan mereka harus memfasilitasi dari sisi perizinan antara lain memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) serta Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT) dan izin BPOM untuk usaha makanan dan minuman,” jelas Kepala Dinas yang pernah menjabat sebagai Camat Buleleng itu.

Baca juga :  Indonesia-Jerman Bahas Kerja Sama Kemaritiman

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Argha Nayottama I Made Agus Yudi Arsana mengatakan lahan parkir pada lantai 3 Pasar Banyuasri terdapat beberapa area yang dapat dimanfaatkan sebagai panggung pementasan, ruang workshop, dan skatepark.

Selain itu, pada lantai teratas tersebut juga tersedia beberapa tempat yang bisa dimanfaatkan para pelaku UKM ekraf untuk memamerkan dan menjual produk-produk mereka. “Ada 8 kios yang belum termanfaatkan,” tutupnya. ***

Penulis – Wismaya|Editor – Chris

Facebook Comments