BULELENG, The East Indonesia – dr Ketut Putra Sedana atau yang akrab disapa dr Caput menelurkan sebuah buku yang berisikan kisah hidupnya hingga menjadi orang yang sukses. Buku yang berjudul “Dokter Caput” ini didalamnya sarat akan inspirasi kehidupan dari menjual es kaput menjadi seorang dokter kandungan yang sukses di Kabupaten Buleleng.
Buku yang pertama kali dibuat oleh oleh dr Caput ini dibedah oleh tiga orang Nara Sumber yakni Prof. Dr. Nyoman Sudiana, M.Pd, Made Arya Sukerta,SH, MH, serta Dr.dr Nyoman Haryasa Sanjaya, Sp.OG(K),KFM,MARS. Bedah buku ini digelar di wantilan Desa Adat Buleleng, Minggu (26/12).
Dalam buku tersebut dr Caput menceritakan kisah hidupnya dari sejak kecil menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kesuksesan. Kehidupan merupakan sebuah proses yang harus dijalani dan bekerja keras menjadi kunci menuju kesuksesan tersebut. Ketika kecil dr Caput saat duduk di bangku Sekolah Dasar sempat menjual es kaput untuk menambah bekal. Ia juga ikut dalam olah raga beladiri karate yang ditekuninya dari kecil. Kerasnya kehidupan membuat Ketut Putra Sedana terus belajar hingga menjadi seorang Dokter Kandungan.
Salah satu Narasumber Pembedah Buku, Prof. Sudiana mengatakan buku ini beriskian perjalanan hidup dari dr Caput yang syarat akan nilai perjuangan hidup yang bisa dijadikan pedoman oleh generasi muda meniru jejaknya. Dalam buku tersebut juga ada rumus tentang hidup yakni hidup adalah sebuah proses dimana dalam hidup jangan mengharapkan hasil dan jalani saja maka akan menunjukkan hasil dikemudian hari tentunya dengan kerja keras. Hidup seperti sebuah roda yakni kadang diatas dan kadang dibawah dengn kunci sukses yang didapat yakni penidikan. “Buku ini sangat sederhana namun syarat akan makna kehidupan. Saya salut dengan dr Caput yang meskipun sibuk dengan profesinya sebagai seorang dokter namun tetap bisa berkarya dalam menciptakan sebuah buku,” ucap Sudiana.
Sementara itu dr Ketut Putra Sedana mengaku membuat buku ini sejak bulan Agustus lalu dan ingin menginspirasi generasi muda melalui kisah hidupnya dalam sebuah buku tersebut. Buku ini juga rencananya akan diberikan ke sekolah-sekolah tempat dirinya menimba ilmu hingga menjadi seorang dokter. “Saya akan memberikan buku ini ke sekolah dimana saya menimba ilmu sebagai ucapan terima kasih atas pendidikan yang diterima hingga sukses menjadi seorang dokter,”pungkasnya.***
Penulis – Wismaya|Editor – Chris


