BULELENG, The East Indonesia – Tidak tahan gaji belum dibayar selama tujuh bulan lamanya oleh Perusahaan Yeh Buleleng, puluhan karyawan di perusahaan tersebut mendatangi Mapolres Buleleng, Kamis (6/1). Mereka datang untuk mengadukan persoalan karyawan yang belum mendapatkan hak gajinya dari perusahaan.
Puluhan karyawan Yeh Buleleng ini datang sekitar pukul 09.30 Wita ke Mapolres Buleleng. Satu perwakilan dari mereka langsung menuju ruang Satreskrim Polres Buleleng untuk menyampaikan aduannya terkait gaji yang belum dibayar selama tujuh bulan. Ada sebanyak 80 orang karyawan di perusahaan tersebut belum dibayarkan gajinya sehingga saking kesalnya mereka mendatangi polres buleleng untuk membuat pengaduan. Padahal sehari sebelumnya karyawan Yeh Buleleng sudah mendatangi Gedung DPRD Buleleng dan bertemu dengan Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna. Namun mereka belum puas karena nasib gajinya belum ada kejelasan.
Salah satu perwakilan karyawan Yeh Buleleng, Made Sumiarta mengaku dirinya datang sebagai saksi atas persoalan ini dan memberikan keterangan kepada Satreskrim Polres Buleleng untuk ditindaklanjuti. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penyidik ketika berada di dalam ruangan. “ Baru saya saja yang menjadi saksi dan ada beberap pertanyaan dari penyidik terkait persoalan ini baik keungan perusahaan, produksi maupun berapa jumlah karyawan,” ucapnya.
Sementara itu Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi mengatakan jika karyawan Yeh Buleleng datang ke Satreskrim mengadu gaji mereka belum dibayar selama tujuh bulan. Jadi mereka membuat laporan delik aduan. “ Ya nanti tim penyidik akan mengembangkan kasus ini, dan akan membuat gelar perkara jika ditemukan unsur-unsur yang mengarah dari aduan yang disampaikan para karyawan Yeh Buleleng ini,” pungkasnya.***
Penulis – Wismaya|Editor – Chris


