Monday, January 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

PDAM Belu Terus Bergerak Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

ATAMBUA, The East Indonesia – Sejak ditunjuk menjadi PLT Direktur PDAM Belu hingga dilantik secara defenitif oleh Bupati Belu, dr Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM pada 8 November 2021 yang lalu, Direktur PDAM Belu, Ir. Fridolinus Siribein terus bergerak meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Belu khususnya wilayah Perkotaan dan sekitarnya.

Ketersediaan air bersih itu sendiri tentunya sangatlah penting mengingat air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan.

Upaya PDAM Belu dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat khususnya di wilayah perkotaan dan sekitarnya, terus dilakukan dengan memanfaatkan beberapa sumber mata air yang ada seperti SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Tirta, SPAM Molos Oan, SPAM Weoe, SPAM Lahurus, SPAM Weutu dan SPAM Wefia.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PDAM Belu, Ir. Fridolinus Siribein saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Jumat (07/01/2022).

“Jadi untuk penyediaan air baku khusus untuk perkotaan Atambua kami sudah lakukan sesuai dengan kemampuan. Mungkin para pelanggan mengetahui bahwa selama musim kemarau tahun lalu itu kita bisa melewati dengan baik,” pungkasnya.

Direktur PDAM Belu periode tahun 2021-2025 ini pun mengakui bahwa upaya PDAM Belu dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat terus dilaksanakan, namun masih terjadi permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh PDAM Belu dalam memberikan layanannya menyangkut produksi dan distribusi air bersih di Kabupaten Belu.

“Walaupun kami sudah optimal untuk pelayanan 2021 tetapi kami tetap mendapatkan pengeluhan. Pengeluhan itu kebanyakan dari pipa-pipa baik pipa transmisi maupun pipa distribusi yang sudah dimakan waktu dan sudah keropos sehingga kedepan untuk memberikan pelayanan yang prima kita akan berusaha mengganti pipa-pipa tersebut,” tutur Frido Siribein.

Frido Siribein pun menjelaskan bahwa saat ini debit semua sumber mata air yang digunakan PDAM Belu sedang dalam kapasitas maksimal sehingga kerja keras akan terus kami lakukan untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau debit air tentu di musim-musim seperti ini, kita memang mendapat curahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa dengan gejala La Nina yang muncul lagi di Tahun 2022 dan curah hujan yang banyak tentu rata-rata debitnya akan maksimal,” pintanya.

Lanjutnya, Kalau ada debit yang maksimal seperti ini tentu saja kami akan bekerja keras untuk menutupi kebocoran- kebocoran pipa yang rata-rata sudah dimakan usia.

Direktur PDAM Belu pun menggambarkan bahwa saat dirinya memimpin, pelanggan di PDAM Belu berjumlah kurang lebih 4000 pelanggan.

“Saat ini pelanggan kita sudah kurang lebih 4000 pelanggan. Sebelumnya dari 6000, ada kurang, lebih 2000 pelanggan yang tidak aktif,” ujar Frido.

Diterangkan bahwa alasan jumlah pelanggan tidak sampai 6000 dikarenakan belum semuanya dialirkan khususnya di wilayah Weaituan dan beberapa wilayah lainnya.

“Memang kita sudah coba, air itu naik ke arah Weaituan dan kurang lebih debitnya 5 liter/detik. Tetapi ketika naik itu, pelayanan kita yang ada di perkotaan ini menjadi terganggu sehingga kita masih tidak aktifkan di wilayah tersebut dan sekitarnya,” urainya.

Ditambahkan, di awal tahun ini kita  akan kerja sama juga dengan Bank NTT dengan melakukan peminjaman sehingga sumber air yang di Haekrit itu kita bisa bayar kembali tunggakan listrik sejak 2014 lalu. Mudah-mudahan kita komunikasi baik dengan PLN sehingga kita melakukan pemasangan ulang dan Haekrit bisa kita alirkan sehingga mungkin dari ursulin dan lain-lain bisa naik sampai kurang lebih 6000-an.”

Dijelaskan pula bahwa saat ini, pada PDAM Belu memiliki tingkat kepedulian masyarakat untuk membayar setiap bulannya itu amat sangat rendah.

“Ya pelayanan 100%. Pelanggan yang aktif kurang lebih 4000. Tetapi rata-rata 20 sampai 30% yang mereka bayar dengan baik,” tutur Frido.

Karena itu, Direktur PDAM Belu ini menghimbau kepada masyarakat pelanggan agar bisa membayar tagihan dengan lancar tanpa menunggu surat tagihan dari pihaknya sehingga uang tersebut bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasional dengan mengganti pipa-pipa yang rusak bahkan meteran demi pelayanan air bersih yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Belu.

“Kita minta kepada masyarakat pelanggan supaya jangan sampai ada tunggakan sampai dua atau tiga bulan yang mana kita harus bersurat lagi untuk tagihan bahkan jangan sampai kita berikan teguran untuk sampai pemutusan. Saat ini untuk membayar tagihan itu sendiri ada beberapa yang sudah online bisa di Bukalapak, bisa Blibli, bisa lewat bank NTT, bisa lewat Kantor Pos bahkan kami standby setiap saat buka loket pada setiap hari kerja,” pinta Frido Siribein. ***

Penulis – Ronny|Editor – Chris

Popular Articles