Monday, April 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Polisi dan Tokoh Adat Setempat Terima Kunjungan Deputi II BNPP di Fulan Fehan

ATAMBUA, The East Indonesia – Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan (Deputi II) Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Komjen Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan mengunjungi Padang Savana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah perbatasan Negara RI-RDTL, Rabu siang (19/01/2021).

Pantauan media The East Indonesia, kehadiran mantan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri tersebut diterima langsung oleh personil Kepolisian Resort Belu yang diwakili oleh Kepolisian Sektor Lamaknen dan tokoh adat di Desa Dirun.

Hadir dalam penerimaan tersebut, Kapolsek Lamaknen, IPDA Agus Haryono, SH; Kanit Reskrim Polsek Lamaknen, BRIPKA Orlando Pereira; dan Kanit Binmas Polsek Lamaknen, BRIPKA Ignatius Seran; Alfons Bere Mali selaku Nai (Raja) Dirun dan Yohanes Bere selaku Ketua Suku di salah satu rumah adat di Desa Dirun.

Diguyur hujan gerimis, Deputi II BNPP, Paulus Waterpauw tiba di lokasi Padang Savana Fulan Fehan.

Deputi II BNPP ini kemudian bersama rombongan mengunjungi dan mencicipi kopi dan makanan lokal di salah satu lapak yang ada di rest area Fulan Fehan.

Di lapak penjualan masyarakat berbentuk lopo tersebut, Paulus Waterpauw pun berbincang-bincang dengan masyarakat dan tokoh adat setempat.

Kemudian, mereka pun saling bertukar cinderamata. Masyarakat memberikan kain adat setempat dan Deputi II BNPP pun memberikan dana perbaikan lapak untuk masyarakat setempat tersebut.

Walau masih diguyur hujan gerimis, Komjen Pol Paulus Waterpauw bersama rombongan ditemani Polisi dan tokoh adat setempat pun mengunjungi dan melihat langsung area Padang Savana Fulan Fehan yang merupakan pemenang daratan tinggi dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) V tahun 2020 tersebut.

Untuk diketahui, Padang Savana Fulan Fehan merupakan hambaran padang rumput luas yang berada pada kaki Gunung Lakaan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah perbatasan Negara RI-RDTL.

Padang Savana Fulan Fehan memiliki jarak sekitar 30-an kilometer dari pusat ibukota Atambua. Untuk mencapai Padang Savana Fulan Fehan, para pengunjung dapat melintasi melalui jalur Maudemu ataupun jalur Weluli desa Dirun.

Selain memajangkan hamparan rerumputan nan jauh, Padang Savana Fulan Fehan juga menawarkan berbagai potensi yang menarik untuk para pengunjung diantaranya kesegaran udara yang sangat alami, memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan disertai tumbuhan kaktus yang bertumbuh subur diatasnya. Pada musim penghujan, Padang ini akan menghijau segar dan bila musim kemarau Fulan Fehan akan berwarna cokelat keemasan.

Posisi Padang Fulan Fehan yang berada di lembah gunung tertinggi di kabupaten Belu ini sering ditutupi awan sehingga kabut pun menjadi pesona tersendiri dalam mengunjungi tempat ini. Pemandangan rangkaian pegunungan hingga gunung-gunung negara tetangga Timor Leste menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang mendatangi tempat ini. Tak hanya itu, Padang Savana Fulan Fehan juga terdapat kuda dan sapi yang berkeliaran bebas disekitarnya.

Beberapa objek bersejarah di kabupaten Belu juga terdapat tidak jauh dari hamparan Padang Rumput yang luas ini seperti Benteng Lapis Tujuh atau Holhara Ranu Hitu Dirun dan pada sudut lainnya berdiri Gunung Lakaan yang menjulang tinggi, Bukit Batu Maudemu di Desa Maudemu, yang di puncaknya terdapat beberapa peninggalan bersejarah berupa desa dan kuburan-kuburan bangsa Melus. Ada pula dua air terjun berair jernih dan segar yakni Air Terjun Sihata Mauhalek, kecamatan Lasiolat serta Air Terjun Lesu Til di Weluli, Kecamatan Lamaknen sehingga tempat-tempat ini seperti dalam satu kemasan untuk ditawarkan pesonanya kepada para pengunjung.

Untuk diketahui juga, Padang Savana Fulan Fehan juga pada beberapa waktu lalu berhasil meraih juara pertama dataran tinggi terpopuler Anugerah Pesona Indonesia (API) V tahun 2020. (Ronny)

Popular Articles