Saturday, February 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mangrove Bali akan Menjadi Showcase bagi Para Leaders KTT G-20

DENPASAR, The East Indonesia – Hutan Mangrove Bali yang ada di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali akan dijadikan lokasi showcase bagi pemimpin (leaders) dari negara anggota KTT G-20 pada Oktober 2020 nanti. Hal ini disampaikan Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi Tahura Ngurah Rai Bali dalam rangka persiapan penyambutan para pemimpin negara KTT G-20 nanti. “Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali ini telah disepakati untuk menjadi showcase mangrove bagi para Leaders di sela-sela rangkaian acara KTT G20 bulan November 2022. Kelebihan lokasi ini adalah strategis, dekat dengan pusat kota, mudah diakses, memiliki area mangrove yang luas (1.373 Ha), dan fasilitas yang cukup memadai,” ujarnya.

Saat ini Kementerian PUPR dan Kementerian LHK tengah melaksanakan penataan kawasan di area mangrove Tahura sesuai arahan Presiden Jokowi. Pembangunan fasilitas pendukung diantaranya tracking mangrove, germination house, area pembibitan dan termasuk sistem pengairannya. “Penataan kawasan mangrove Tahura diupayakan tidak merusak lingkungan dengan banyak mencabut pohon mangrove yang telah ada,” ujar Menko Luhut. Menurutnya, jika pohon mangrove tidak dapat dipindahkan, maka alternatifnya adalah hanya memangkas (pruning) ranting mangrove. “Progress pembangunan di Tahura sudah sesuai fungsinya. Kita targetkan bulan Juni ini selesai,” pungkas Menko Luhut.

Selain Mangrove Bali, beberapa venue yang akan dipamerkan antara lain Kura-Kura Bali dan Indonesia Coral Reef Garden (ICRG). Luhut pun melihat langsung perkembangan pengelolaan restorasi terumbu karang Program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) di Bali yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2020 lalu. ICRG sendiri merupakan Program restorasi terumbu karang nasional yang menyinergikan unsur ilmiah dan Sosial-Ekonomi dalam pengelolaan sumber daya pesisir-laut untuk kelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan terutama untuk Edukasi-Ekologi-Ekonomi. Proses ini telah berhasil melalukan restorasi terumbu karang seluas 75,3 hektar (753.000 meter persegi) yang merupakan terbesar saat ini di dunia.

Luhut dan rombongan juga menyambangi Dermaga Serangan untuk meninjau lokasi budidaya terumbu karang di Serangan, diskusi bersama pemangku kepentingan ICRG Bali di atas perahu, dan terakhir mengunjungi lokasi kebun karang ICRG yang dibangun pada tahun 2018 dan 2020 di kawasan perairan Nusa Dua.(Arnold Dhae)

Popular Articles