Sunday, November 30, 2025

Top 5 This Week

Related Posts

Menhan Ucapkan Terimakasih Kepada Willy Lay Karena Memberikan Tanah 140 Hektare. Tokoh Adat Fatuketi: Punya Tanah Berapa Disini?

ATAMBUA, The East Indonesia – Beberapa tokoh adat menyesalkan pernyataan terimakasih yang dilontarkan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto kepada Willybrodus Lay selaku Bupati Belu periode 2016-2021 atas jasanya menyerahkan tanah seluas 140 hektare untuk pembangunan Politeknik “dr. Aloysius Benedictus Mboi”, Universitas Pertahanan (Unhan), di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, wilayah perbatasan Negara RI-RDTL.

Mereka berpendapat bahwa sebenarnya ucapan terimakasih itu ditujukan kepada suku Uma Metan Fatuketi yang memiliki lahan tersebut serta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dan bukannya untuk seorang oknum Willybrodus Lay.

“Tanah atau lahan di Unhan itu milik Uma Metan Fatuketi. Kami yang serahkan, ada 140-an hektare,” ungkap Nai Adat Uma Metan Fatuketi, Damianus Halek (63) saat ditemui awak media The East Indonesia, Sabtu (26/03/2022).

Lanjutnya, Bapak Menteri puji, kalau waktu itu Pak Willy (sebutan Willybrodus Lay) turun tangan bertemu dengan kami baik. Ini tidak juga. Ketemu dengan Nai Adat juga tidak. Kok Pak Willy ada tanah disini? Dia punya tanah ulayat ada disini? Ini kan tanah ulayat bukan tanah Willy Lay. Harusnya terimakasih ke Ketua atau Nai Adat di Uma Metan Fatuketi. Karena Uma Metan Fatuketi yang serahkan tanah 140-an hektare ini. Bukan Willy Lay koq.

Sebagai Nai Adat Uma Metan Fatuketi, dirinya sangat menyesalkan tidak bisa menghadiri acara peresmian Kampus Politeknik “Ben Mboi” Unhan Belu.

“Sebenarnya Bapak Presiden datang resmikan begini, kamu undang saya. Saya mau bertemu. Kita tidak kena undangan ini yang saya heran. Orang tidak hargai kita ya tidak apa-apa,” imbuhnya.

Bahkan kalau hadir pun dan mendengarkan secara langsung pujian dari Menteri Pertahanan kepada Willybrodus Lay maka dirinya akan memberikan protes secara langsung.

“Saya dorang tidak undang. Kalau saya ada, saya akan bilang Bapak (Willy Lay) tidak ada hak untuk serahkan tanah ini. Itu saya akan merontak memang. Pak Willy punya tanah berapa disini. Tanah itu adalah milik Fatuketi,”tegasnya.

Dijelaskan bahwa waktu itu, urusan soal tanah, Nai Adat Uma Metan Fatuketi ini tidak pernah bertemu dengan Mantan Bupati Belu Willybrodus Lay. Dirinya hanya mendengarkan dari Camat Kakuluk Mesak, Amandus Linci dan Kepala Desa Fatuketi, Markus Taus. Sehingga kesepakatan antara Willybrodus Lay selaku Bupati Belu periode 2016-2021 juga tidak pernah terjadi.

“Saya tidak pernah bertemu dengan Bupati waktu itu, Pak Willy Lay. Pak Camat dengan Pak Desa yang datang berhubungan dengan saya. Dorang (mereka) hanya bilang, Bupati sudah mengetahui. Waktu itu dorang tidak kasih saya omong dengan Bupati,” ujar pria yang akrab disapa Nai Halek.

Nai Adat Uma Metan Fatuketi ini menerangkan bahwa penyerahan tanah 140 hektare tersebut, waktu itu diberikan secara gratis dengan adanya kesepakatan untuk memperkerjakan anak-cucu mereka dan mengakomodir anak-cucu mereka yang memenuhi syarat masuk ke Politeknik “Ben Mboi” Unhan Belu.

“Waktu itu kita pernah rapat di Kantor Camat (Kakuluk Mesak) dengan orang dari Pusat yang ada bintang dong, bilang kasih ke saya karena yang tuan tanah itu kami. Setelah saya tanda tangan, baru beberapa suku-suku tanda tangan. Jadi di kantor camat, kami minta kalau kami kasih tanah ini, kami punya anak-anak dorang yang nganggur, sekolah hanya SMP, SMA yang bapak dengan mamanya tidak mampu lagi, kalau ada kegiatan kerja disana bisa tolong untuk masukkan. Mau sapu juga tidak apa-apa, yang penting tolong lihat anak-anak kami. Dan juga kalau kami punya anak-anak yang memenuhi syarat bisa diterima,” tutur Nai Halek.

Terpisah dengan itu, Paulus Oni (64) selaku anggota suku Uma Meo Matabesi juga merespon akan tidak adanya undangan menghadiri peresmian Kampus Politeknik “Ben Mboi” Unhan kepada pihak suku yang menyerahkan tanah tersebut.

“Kami tidak andalkan diri. Tidak undang juga tidak apa-apa e… Padahal itu acara peresmian,” ungkapnya.

Terkait dengan pujian dari Menteri Pertahanan kepada Willybrodus Lay selaku Bupati kabupaten Belu periode 2016-2021 yang dinilai berjasa dalam memberi lahan 140 hektar untuk Politeknik tersebut, Paulus Oni hanya tertawa kecil.

“Namanya kita masyarakat toh, namanya orang besar sudah bilang begitu mau bilang apa. Kalau tidak menghargai kita juga tidak apa-apa. Nanti kita lihat,” singkatnya.

Secara terpisah juga, Linus Manek selaku tokoh adat Kerajaan Lidak juga merespon akan pujian dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto kepada Willybrodus Lay sebagai pihak yang berjasa menyerahkan tanah 140 hektare untuk pembangunan Kampus Politeknik “Ben Mboi” Unhan.

“Kalau minta terimakasih ini, Pak Willy kan perorangan. Ini bukan Pak Willy punya tanah. Seharusnya Bapak Menteri minta terimakasih kepada Pemda Belu bersama tokoh-tokoh masyarakat dan Nai-nai karena pihak-pihak inilah yang sudah memberikan tanah yang begini luas untuk pembangun Kampus Unhan. Lebih tepatnya lagi ucapan terimakasih diberikan kepada suku Uma Metan Fatuketi,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya diberitakan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang juga Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengucapkan terimakasih kepada Willybrodus Lay selaku mantan Bupati Belu dalam menyerahkan lahan seluas 140 hektare untuk pembangunan Politeknik “dr. Aloysius Benedictus Mboi”, Universitas Pertahanan, di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, wilayah perbatasan Negara RI-RDTL.

Hal ini disampaikan Menhan RI, Prabowo Subianto dalam laporan pada acara peresmian Kampus tersebut  oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, Kamis (24/03/2022).***

Penulis – Ronny

Popular Articles