Tuesday, January 20, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-RDTL di Mauhitas-Belu Putus Total

ATAMBUA, The East Indonesia – Ruas jalan sabuk merah perbatasan negara Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) di Desa Mauhitas, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu akhirnya putus total.

Jalan yang berada tepat di sebelah wilayah Saburai, Distrik Maliana, Negara RDTL ini putus total setelah Kabupaten Belu dalam beberapa bulan hingga saat ini selalu diguyur hujan.

Informasi yang dihimpun media ini, jalan ini sebelumnya mulai rubuh beberapa waktu lalu dan putus total dari hari Senin, (18/04/2022).

Tidak ada ruas jalan raya yang tersisa dari longsornya jalan tersebut. Mirisnya lagi, tak ada pula bahu jalan yang bisa digunakan kendaraan untuk melewati jalan tersebut.

Pantauan awak media ini, hingga Jumat, (22/04/2022) belum ada gerakkan di lokasi longsor tersebut dari Balai Jalan Wilayah Nusa Tenggara II.

Saat memantau, ternyata 8-9 masyarakat di Desa Mauhitas dengan inisiatif sendiri menggali tebing di sebelah jalan tersebut untuk mereka bisa melalui jalan tersebut dengan kendaraan roda dua.

Bahkan apabila tidak juga ditanggapi oleh Balai Jalan Wilayah Nusa Tenggara II maka mereka dengan bermodal peralatan seadanya seperti sekop, linggis, kayu runcing dengan terpaksa menggali lagi tebing tersebut untuk dilalui kendaraan roda 4.

Silverius Talo Mau (43) kepada mengungkapkan bahwa sebenarnya sebagian jalan di area tersebut juga sudah longsor dan mengalami penurunan sejak tahun 2021 lalu. Tetapi kenderaan masih bisa melintas.

Hanya saja kali ini salah satu ruas jalan di area tersebut putus total dan melumpuhkan akses masyarakat ke kantor camat Lamaknen, Puskesmas Weluli, Kecamatan Raihat maupun Puskesmas Haekesak.

Karena itu, warga Kecamatan Lamaknen khususnya desa Mauhitas maupun warga desa Makir jika hendak bepergian ke Kota Atambua harus melewati kecamatan Raihat atau pun kembali melewati Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen.

Dirinya menambahkan bahwa longsor pada jalan Nasional itu terdapat dua titik dimana lokasi yang satunya menuju ke Pos TNI di Desa Makir dan hampir putus total juga. Dengan kondisi ini kata Silverius, pihaknya meminta perhatian pemerintah pusat melalui BalaBalai Jalan Wilayah Nusa Tenggara II untuk memperbaiki jalan tersebut melalui rekanan yang ada di Belu.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens, saat diwawancarai dalam Kunjungan Kerja ke desa Henes mengatakan, pihaknya sedang membangun koordinasi dengan pihak Balai Jalan Wilayah Nusa Tenggara II untuk pemeliharaan. Sebab banyak jalan nasional yang rusak akibat badai Seroja maupun hujan berlebihan pada tahun 2022 ini.

“Jadi sekali lagi, kami sedang koordinasi untuk diperbaiki jalan-jalan yang sedang rusak. Sebab banyak jalan dengan status Nasional yang rusak mulai dari Kecamatan Raihat di Desa Tohe, Lamaknen di Desa Mauhitas, Makir, Duarato, Nualain dan lainnya (di jalan sabuk merah perbatasan sektor timur, RI-RDTL),” pungkasnya.

Ditambahkan, “Para Kontraktor yang mengerjakan jalan nasional mulai dari desa Silawan kecamatan Tasifeto Timur hingga desa Henes kecamatan Lamaknen Selatan sudah mulai survei jalan nasional yang rusak. Tujuannya ya untuk pemeliharaan, karena masih ada jaminan.” (Ronny)

Popular Articles