ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, MM mengikuti acara panen perdana Padi di Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Kamis siang (28/04/2022).
Kegiatan ini dilakukan tepatnya di Dilumil, Dusun Dilagusun, Desa Lamaksenulu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste.
Pantauan awak media, pasangan yang akrab dikenal AT – AHS ini bersama puluhan masyarakat bersama pimpinan OPD dan pihak Bank NTT langsung melakukan panen simbolis di area tersebut.
Terlihat bincang dan canda tawa dari kedua figur yang dikenal dengan tagline SEHATI ini bersama dengan masyarakat petani yang menanti kedatangan mereka.
Untuk diketahui dalam acara panen perdana tersebut, Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah kabupaten Belu, Pimpinan bank NTT cabang Atambua, forum koordinasi pimpinan di kecamatan Lamaknen serta masyarakat Desa Lamaksenulu dan Desa Makir.
Usai panen simbolis, Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama jajaran OPD-nya dan pihak Bank NTT melakukan dialog langsung bersama aparat dan masyarakat Desa Lamaksenulu dan Desa Makir.
Kepala Desa Lamaksenulu, Yonatas Mali dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu yang telah datang ke wilayah mereka untuk kegiatan panen padi.
Dirinya pun menjelaskan bahwa luas lahan sawah Desa Lamaksenulu sebesar 509 hektar, luas lahan kering 205 hektar, luas lahan sawah yang digarap 450 hektar dan luas lahan kering yang digarap 125 hektar.
Kades Lamaksenulu juga menerangkan tentang masalah-masalah yang dihadapi di desanya.
Pertama, terkait dengan lahan pertanian masyarakat masih menggunakan sistem pengambilan air secara langsung.
“Irigasi yang sampai saat ini masih bersifat sistem pengambilan langsung. Masyarakat selalu mengalami kendala. Maka itu pada kunjungan berapa bulan yang lalu Kami sempat menyampaikan di hadapan bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk ketersediaan excavator untuk standby mulai dari persiapan benih sampai pada penanaman. Dan itu sudah direalisasi dan excavator-nya sampai saat ini masih berada di sini. Terima kasih untuk bapak Bupati dan bapak Wakil Bupati,” tutur Yonatas Mali.
Kedua, beberapa waktu yang lalu terdapat curah hujan yang tinggi dan terjadilah masalah yaitu beberapa titik daerah aliran sungai sepanjang 2 km mengalami longsor dan hampir sekitar 100-an hektar sawah terdampak akan hal tersebut.
Ketiga, jalan dari Builalu ke Dilumil dengan jarak sekitar 8 KM sampai saat ini belum diperbaiki dan mengalami rusak total.
Sementara itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, Adi M. Pontus menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens yang telah memberikan ide kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya lewat kredit merdeka (kredit modal kerja bagi pelaku usaha mikro) dengan bunga 0%.
“Saya bersyukur dan berterima kasih untuk pak Bupati atau Wakil Bupati atas semua apresiasi dan dukungan yang luar biasa. Ini ide-ide kreatif kalau tidak datang dari beliau berdua, tidak mungkin kami dengan percaya diri melangkah sampai dengan hari ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Adi Pontus menginformasikan bahwa pada posisi bulan Februari 2012 saat kunjungan Gubernur NTT ke Kabupaten Belu, kredit merdeka yang baru terealisasikan kepada masyarakat di Kabupaten Belu sejumlah 288 juta.
Akan tetapi sampai dengan hari ini dengan mendapatkan dukungan ide dari Bupati dan Wakil Bupati Belu, kredit merdeka untuk masyarakat Belu telah mencapai 1 milar 68 juta rupiah.
“Artinya dalam waktu 2 bulan dengan dukungan penuh dari pemerintah, kita bisa membangun ekosistim maupun juga penyaluran kepada pribadi masyaraka baik yang papalele sayur maupun para petani. Kita layani dengan baik dan lancar,” tandasnya.
Pimpinan Bank NTT cabang Atambua ini juga menerangkan akan komitmen mereka untuk mengambil hasil panen dari masyarakat sehingga kredit merdeka yang diberikan dapat berjalan dengan baik.
“Kami siap untuk terus berlangkah bersama seluruh masyarakat tentunya dengan dukungan dan semua yang telah diberikan oleh bapak Bupati dan Wakil Bupati dan pemerintah Kabupaten Belu bagi percepatan pembangunan di sektor pertanian,” imbuh Adi Pontus.
Sementara itu, Bupati, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM menyampaikan terimakasih yang besar kepada masyarakat di Desa Lamaksenulu maupun Desa Makir yang telah dengan usaha yang luar biasa sehingga sudah memasuki masa panen.
“Ini hal-hal positif yang perlu diketahui dan diapresiasi bagi masyarakat. Karena yang namanya usaha itu ada yang berhasil, ada yang setengah berhasil dan ada yang gagal,” pungkasnya.
Dengan program ekosistem pertanian ini, Bupati Belu berterima kasih juga kepada Bank NTT yang sudah membantu memberikan kredit usaha tanpa bunga.
“Selain sistem ekosistem pertanian, kedepan kita perlu asuransi Jasindo. Sehingga kalau pertanian rusak karena bencana maka kredit yang sedang dilakukan akan dibantu dibayar oleh Asuransi. Satu tahun kita bayar 100 ribuan rupiah,” tutur Bupati Belu.
Dokter Agus Taolin juga meminta agar para petani dapat meningkatkan produktivitas padi dimana menargetkan 1 hektar mencapai 7 sampai 8 ton.
Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, Bupati Belu juga meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan peralatan yang diperlukan untuk proses penanaman hingga panen baik dari intervensi Desa hingga ke Kabupaten.
Berkaitan dengan pengeluhan kepala Desa, Bupati Belu meminta kepada instansi terkait untuk segera menindaklanjuti pengeluhan masyarakat Desa Lamaksenulu. (Ronny)


