Hebat! SMP Negeri 1 Sawan Raih Prestasi Nasional dan Internasional

33

SINGARAJA, The East Indonesia – Semangat belajar tidak surut karena pandemi Covid-19, SMP Negeri 1 Sawan terus menoreh prestasi membanggakan, salah satunya adalah pada tingkat nasional. Tidak hanya bidang akademis, SMP Negeri 1 Sawan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah I Nyoman Seneng Wira, S.Pd itu juga menyabet prestasi non-akademis yaitu medali perunggu dalam ajang karate tingkat internasional.

Dikonfirmasi pada Selasa (24/5), Wira mengatakan awalnya ia ingin anak didiknya tetap memiliki kegiatan positif walaupun di masa pandemi, oleh karena itu ia bersama jajaran tenaga didiknya mencari informasi mengenai lomba-lomba di bidang akademis maupun non akademis melalui internet, lalu menginformasikannya kepada para murid yang memiliki minat untuk berpartisipasi. Berkat itu, para murid merespons positif dengan ikut mendaftarkan diri dan mengikuti pembinaan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP Negeri 1 Sawan.

Kerja keras para guru dan murid tak ayal membuahkan hasil. Tanggal 24 April 2022 lalu, SMP Negeri 1 Sawan berhasil menyabet prestasi pada ajang Olimipiade Sains Cerdas Indonesia (OSCI) berkat Ni Made Tisya Sandra yang meraih dua medali sekaligus di antaranya medali emas di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan medali perunggu di bidang Bahasa Inggris. Selain itu medali perak juga berhasil diraih pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) oleh Kadek Widya Martania Sari.

Baca juga :  Putri Suastini Koster Ajak Generasi Muda Asah Budi Pekerti Melalui Goresan Puisi

Tidak hanya itu, pada bidang non-akademis, SMP Negeri 1 Sawan menyabet prestasi di ajang lomba Karate tingkat internasional yang berlangsung di Iran melalui sistem daring dengan raihan medali perunggu atas nama I Komang Tri Widhiardika pada bulan Februari tahun lalu.

Disinggung terkait kiat-kiat untuk meraih prestasi, Wira mengatakan variasi dari sumber bahan ajar merupakan faktor terpenting dalam mendidik murid. Untuk itu, dirinya mengarahkan para guru untuk tidak hanya terpaku pada kurikulum, namun kreatif untuk memberi tambahan materi.

“Kami mengupayakan seluruh guru di SMP Negeri 1 Sawan ini agar dapat memberikan materi bimbingan tidak hanya dari buku saja, namun dapat memberikan materi tambahan yang bersumber dari media online,” ucapnya.

Terlepas dari sejumlah prestasi di sekolahnya, kepala sekolah jebolan Universitas Pendidikan Ganesha ini menyampaikan, membangkitkan antusiasme belajar murid untuk mengikuti lomba merupakan tantangan tersendiri, namun dengan bantuan dari guru wali dan guru bimbingan konseling (BK) yang semangat menjaring siswa berprestasi dan memberikan motivasi belajar, tantangan tersebut berhasil dilewati dengan baik.

Baca juga :  Petrus Golose Dorong Universitas Sam Ratulangi Jadi Kampus Bersinar

Tidak hanya dorongan semata, tentunya Wira juga tidak lupa untuk memberikan apresiasi kepada para murid yang berhasil menorehkan prestasi. Hal tersebut sebagai bentuk mempertahankan kompetensi murid melalui regenerasi.

“Langkah yang diambil dari pihak SMP Negeri 1 Sawan dalam upaya melakukan regenerasi demi mempertahankan prestasi yang dicapai sekarang, dengan menyebarluaskan informasi terkait apa yang diraih saat ini di media sosial, serta memberikan apresiasi bagi pemenang lomba pada saat upacara dengan maksud memberikan motivasi kepada semua anak didiknya untuk ikut berkontribusi meraih prestasi yang membanggakan sekolah,” jelasnya.

Akhir kata, Wira, dalam proses mengajarnya ia menerapkan pendidikan kepada anak didiknya tidak hanya pada kecerdasan intelektual, namun kecerdasan emosional juga harus diseimbangkan demi terciptanya anak didik yang memiliki karakter Pancasila.

“Proses pembentukan karakter pelajar ini bekerja sama dengan perangkat desa dan osis di sekolah untuk melakukan pengawasan guna menanggulangi siswa melakukan kegiatan negatif yang berdampak juga bagi kehidupan di lingkungan masyarakat sekitar sekolah,” pungkasnya.

Baca juga :  18 Tim Siap Berkompetisi di Babak Final Medical Online Championship (MOC)

Proses persiapan dalam mengikuti lomba tersebut merupakan hal yang tidak mudah, hal itu diakui oleh Ni Made Tisya Sandra yang menyabet juara pada dua mata pelajaran. Siswi kelas 8 itu menjelaskan pencapaian prestasi yang diraih ini tentunya tidak mudah, karena memerlukan usaha yang keras untuk belajar. Selain itu, dirinya juga harus kreatif mencari bahan pembelajaran di internet guna melengkapi materi dari sekolah yang diberikan guru pembina.

“Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan orang tua yang mendukung sarana dan prasarana saya belajar di rumah, serta guru yang selalu membina dan siap sedia membantu jika saya mengalami kesulitan melalui komunikasi via daring,” ucap Tisya.

Disinggung terkait kiat dalam berprestasi, Tisya mengatakan motivasi dalam mengembangkan prestasi merupakan kewajiban, baik di bidang akademis maupun non-akademis. Semua itu harus dijalani dengan semangat meski banyak hambatan dalam prosesnya.***

Penulis – Wismaya

Facebook Comments