SINGARAJA, The East Indonesia – Kasus gigitan anjing kembali menggila di Buleleng. Kali ini seekor anjing liar mengamuk di Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Selasa (31/5) pagi. Ada enam orang warga yang menjadi korban gigitannya dan satu korban diantaranya mengalami luka serius. Korban yang mengalami luka gigitan serius pada bagian wajah ini harus dirujuk ke RSUP Sanglah.
Perbekel Desa Busungbiu, Ketut Suartama mengatakan, lima korban rata-rata digigit pada bagian tangan dan kaki. Sementara satu korban lainnya bernama Luh Merta digigit pada bagian mata dan telinga. Luh Merta sempat dilarikan ke RSU Pratama Tangguwisia, namun akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah untuk penanganan medis yang lebih intensif.
Mengingat jumlah korban yang digigit cukup banyak, warga sekitar pun terpaksa membunuh anjing tersebut. Pihak Dinas Pertanian Buleleng kata Suartama telah mengambil sampel otak dari anjing tersebut, untuk dicek apakah terjangkit rabies atau tidak. Sementara seluruh korban yang menjadi korban gigitan telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Suartama mengaku, kasus rabies juga sempat terjadi di desanya sebulan yang lalu. Korbannya mencapai lima orang. Saat kasus itu terjadi, sudah ada penanganan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian Buleleng, berupa memvaksin anjing-anjing yang ada di wilayah tersebut. Ia pun berencana akan menggelar paruman bersama desa adat, agar anjing-anjing liar tanpa pemiliknya, untuk dieliminasi.
“Saya maunya dieliminasi, karena anjing liar cukup banyak di Desa Busungbiu. Eliminasi khusus untuk anjing liar saja,” ucapnya.
Sementara Ketut Susantini, keluarga dari Luh Merta mengatakan, mertuanya itu baru saja usai berjualan daun pisang. Tiba-tiba ia dikejar dan diserang oleh anjing liar tersebut. Akibatnya, sang mertua pun terjatuh, hingga bagian mata dan telinganya digigit oleh anjing tersebut. “Anjing itu cukup besar. Mertua saya sekarang sedang dirujuk ke Sanglah, karena bagian matanya terkena gigitan, sehingga butuh serum anti rabies,” katanya.***
Penulis – Wismaya


