Bank Dunia Apresiasi Resiliensi Ekonomi Indonesia

17
enaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono. Foto : Ist

JAKARTA, The East Indonesia – Bank Dunia telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 5,1 persen pada 2022, lebih tinggi dari Tiongkok, yakni 4,3 persen. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan, proyeksi tersebut merupakan bentuk apresiasi Bank Dunia (World Bank) atas kemampuan Indonesia mengelola perekonomian selama pandemi.

Edy menegaskan, sejak awal pemerintah menyadari bahwa pemulihan ekonomi sangat tergantung pada pengendalian COVID19. Untuk itu, ujar dia, pemerintah terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi dengan membuat situasi pandemi menjadi kondusif, dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonominya.

“Diantaranya dengan terus mendorong vaksinasi dan tetap mengarahkan APBN sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat khususnya kelompok rentan,” terangnya.

Baca juga :  Bali Akan Bangkitkan Industri Kreatif Berbasis Budaya

Dalam kaitan soal penghentian alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk penanganan COVID19 dalam Rancangan APBN 2023, Edy menyebut, hal itu sebagai tantangan untuk semakin efektif dalam mengelola penerimaan dan belanja negara. Terlebih, sambung dia, risiko perekonomian global telas bergeser dari krisis pandemi ke potensi energi, pangan, dan keuangan.

“Pemerintah akan terus menjaga agar kinerja ekonomi domestik terus menguat di tengah berbagai tantangan global. Dan yang menjadi tantangannya, bagaimana defisit anggaran harus kembali ke maksimal 3 persen,” tandasnya.

Edy juga memastikan, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran perlindungan sosial, meski tidak lagi ditempatkan di dalam anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN). Selain itu, pemerintah juga terus berupaya agar berbagai bantuan sosial dan subsidi menjadi lebih tepat sasaran.**

Baca juga :  Dalam Waktu Dekat Luncurkan Army Mart, Danrem )81/DSJ Berkunjung Ke PT Sritex Solo

Editor|Chris

Facebook Comments