SINGARAJA, The East Indonesia – Bocah laki-laki berusia 7 tahun Rabu (15/6) siang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Buleleng. Bocah ini meninggal dunia dengan ciri-ciri identik dengan gejala rabies.
Bocah tersebut berinisial Kadek A, yang tinggal di sebuah BTN di Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Dari informasi dilapangan menyebutkan korban awalnya digigit anjing milik teman bermainnya pada bagian jari tangan dua bulan lalu. Kemudian ibu korban menangani gigitan anjing tersebut dengan mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir. Korban tidak dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan suntikan VAR.
Dua bulan berselang korban mulai merasakan demam disertai kesulitan dalam menelan. Korban juga sukar untuk minum air putih dan dalam kondisi yang langsung drop. Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayangnya dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia.
Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha saat dikonfirmasi mengatakan pasien saat tiba di ruang IGD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari ciri-ciri yang disampaikan oleh pihak keluarga, identik dengan gejala rabies. “Pasien juga dua bulan lalu digigit anjing pada bagian jari tangan dan tidak disuntik VAR,” ucapnya.
Kasus meninggalnya pasien ini menambah daftar kasus suspect rabies di RSUD Buleleng menjadi 7 orang di tahun 2022 ini. Kasus rabies saat ini memang sangat mengkhawatirkan. “Sudah 7 orang yang tercatat meninggal dunia akibat suspect rabies. Hanya di RSUD yang menangani kasus rabies di Buleleng,” pungkasnya.
Penulis|Wismaya


