Wednesday, March 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bupati Belu Resmikan 29 Rumah Layak Huni Bagi Warga Sorosikun – Fatubenao Batas RI-RDTL

ATAMBUA, The East Indonesia – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM meresmikan 29 Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga Dusun Sorosikun, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Rabu (29/06/2022).

Peresmian ini dikemas dalam acara peresmian dan serah terima hasil kegiatan kolaborasi Pembangunan Rumah Layak Huni di kota Atambua, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur serta pelatihan dan pengembangan produk tenun khas Kabupaten Belu.

Kegiatan yang diresmikan ini terwujud atas kerjasama dari Kementerian keuangan RI, Kementerian PUPR RI, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Program Kotaku (Kita tanpa Kumuh) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Acara peresmian 29 Rumah Layak Huni serta pelatihan dan pengembangan produk tenun khas Kabupaten Belu tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan pemasangan plakat nomor rumah secara bersama oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.,FINASIM dan Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wijono.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Kemenkeu, perwakilan Kementerian PUPR, perwakilan Dirut SMI, Forkopimda plus kabupaten Belu, BUMN dan BUMD, Ketua TP PKK Belu, Ibu-ibu Persit, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat penerima manfaat 29 Rumah Layak Huni.

Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang telah berkolaborasi dan bahu-membahu membantu masyarakat, sehingga pekerjaan rumah layak huni dapat diselesaikan dengan baik, sehingga ke depan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih berkembang.

“Sebagai pimpinan daerah di sini menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat kami di kota Atambua, Kabupaten Belu,” tandasnya.

Bupati Belu juga meminta kepada para penerima manfaat, agar bisa mengolah lahan disekitar kawasan perumahan untuk ditanami dengan berbagai tanaman holtikultura baik umur panjang maupun pendek untuk menambah penghasilan dalam keluarga.

“Untuk bidang peternakan dan pertanian, kami sudah merencanakan bersama Bank NTT lewat Program Gubernur NTT untuk memberi kemudahan kepada masyarakat berupa kredit tanpa bunga, pengolahan lahan, pengadaan bibit hingga pemberian pupuk subsidi, guna mewujudkan masyarakat yang sehat,” ucap Bupati Belu.

Bupati Belu menambahkan, pemerintah pusat sangat serius mendorong program- program yang menyentuh langsung kepada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya rumah layak huni bagi masyarakat yang selama ini berada dalam serba tak berkecukupan.

“Warga miskin yang tak mampu diberikan kemudahan berupa rumah yang layak huni, sehingga dengan adanya program ini bisa membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tandas Bupati Belu.

Diakhir sambutan, Bupati Belu, dokter Agus Taolin kembali mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pembangunan Rumah Layak Huni di kota Atambua, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur serta pelatihan dan pengembangan produk tenun khas Kabupaten Belu di Dusun Sorosikun, Kelurahan Fatubenao, Kabupaten Belu.

“Sekali lagi atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu khususnya kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan kementerian serta pihak SMF dan SMI dan seluruh pihak yang sudah berkontribusi untuk pembangunan Rumah Layak Huni ini.

Ditambahkan, “Kami akan jaga ini, supaya dia tetap berdiri tegak lurus dan orang-orang yang menghuni rumah ini dia diberikan kesejahteraan lahir dan batin iman yang kuat untuk menghasilkan generasi keturunan ke depan yang lebih baik lagi.”

Sementara itu, PLT Kadis PUPR Kabupaten Belu, Yasintus Ulu Leki dalam laporan Pelaksanaan Pekerjaan Rumah Layak Huni Kampung Sorosikun, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR dengan programnya yang kita kelola bersama yaitu Program KOTAKU memiliki komitmen untuk mengentaskan kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Bupati Belu, dr. Agus Taolin dan Direktur Utama PT SMF, Ananta Wijono saat menggunting pita tanda peresmian 29 Rumah Layak Huni di Sorosikun, Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL Foto : Ist

Dalam penanganan kawasan permukiman kumuh ini dilaksanakan dengan platform kolaborasi dan menempatkan Pemerintah Kabupaten/kota sebagai “Nakhoda” serta masyarakat sebagai “pelaku pembangunan” serta Pemerintah Pusat sebagai
pendamping.

“Dengan demikian diharapkan akan terjadi keterpaduan antar sector untuk bersama-sama bergerak mencapai sasaran pembangunan utama kawasan permukiman demi terwujudnya kota tanpa kumuh,” tutur pria yang akrab disapa Sintus Leki ini.

Diterangkan bahwa permasalahan kumuh meliputi permasalahan ketidakteraturan bangunan, jalan lingkungan, air minum, drainase, persampahan dan proteksi kebakaran.

“Mengingat permasalahan kompleks tersebut tidak bisa ditangani hanya dari sumber dana APBN dan Loan, karena keterbatasan dana dan tupoksi maka dibutuhkan dukungan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak hanya dari Pemerintah Pusat tetapi juga dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota/kabupaten, serta dukungan Perguruan Tinggi, pihak Swasta, LSM dan lembaga filantropis lain serta keswadayaan warga,” tandas Sintus.

Terkait biaya, PLT Kadis PUPR Belu ini menyatakan bahwa total alokasi pembiayaan dari PT SMF sebesar Rp. 2.610.000.000 yang dibagikan untuk tiap unit rumah sebesar Rp. 90 juta rupiah dengan tipe 36.

“Kami menyambut baik PT. Sarana Multigriya Finansial yang telah melakukan kolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman dan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dana Bina Lingkungan untuk menangani 29 unit Rumah Tidak Layak Huni,” tuturnya.

Sintus Leki pun menjelaskan bahwa Waktu Pelaksanaan Pembangunan 29 Rumah Layak Huni di Sorosikun, Kelurahan Fatubenao dilakukan selama 3 Bulan yang mana sebelumnya telah diikuti bersama acara groundbreaking-nya pada pertengahan bulan April 2022.

“Penerima Manfaat dari Kelompok Sasaran Kegiatan Pembangunan Rumah Layak Huni ini adalah Warga RT 20-RW 007 sebanyak 7 Unit dan Warga RT 30- RW 007 sebanyak 22 unit,” urainya.

PLT Kadis PUPR Belu pun menerangkan bahwa selain dengan PT. SMF, di kelurahan Fatubenaao juga berkolaborasi dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Bentuk kolaborasi dari PT. SMI adalah Pembangunan Galeri Tenun, Pembangunan rumah produksi tenun, Pengadaan alat dan bahan tenun, Pelatihan dan pembinaan pengrajin tenun,” pintanya.

Pihaknya berharap kolaborasi penanganan kumuh semacam ini dapat semakin berkembang, baik dari Pemerintah Provinsi, Kota/Kabupaten maupun sektor swasta lainnya.

“Melalui skema kolaborasi kami berharap tumbuh tanggungjawab dan kebersamaan untuk merawat hasil-hasil kegiatan di masyarakat. Kolaborasi bidang perumahan ini langkah konkrit dalam pelaksanaan penanganan kumuh, sehingga target penanganan kumuh dan cita-cita kita menciptakan Kota yang upaya percepatan layak huni dan berkelanjutan dapat terwujud,” harap Sintus Leki.

Diakhir kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan sembako dari Direktur Utama PT. SMF kepada perwakilan bantuan disaksikan oleh Bupati Belu dilanjutkan dengan Penyerahan Benang dari Direktur Utama PT. SMI yang diwakili oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Belu dan dari Ketua Dekranasda Kabupaten Belu kepada perwakilan penerima manfaat.

Kemudian dilakukan pula penyerahan souvenir dari pejabat yang mewakili Direktur Utama PT. SMI kepada Bupati Belu, Ketua Dekranasda Kabupaten Belu, Direktur PT. SMF dan pejabat yang mewakili PUPR. (Ronny)

Popular Articles