Bhannkamtibmas Kedepankan Sipandu Beradat Selesaikan Masalah

12
Kegiatan mediasi di balai banjar. Foto : Ist

SINGARAJA, The East Indonesia – Tidak semua permasalahan harus berakhir dengan penegakan hukum (Ultimum Remedium), dan itu yang diterapkan Bhabinkamtibmas Desa Munduk Aiptu Nyoman Wiastrawan saat menyelesaikan masalah kekerasan yang terjadi di Desa Munduk pada tanggal 5 Juli 2022 sekira pukul 10.00 wita.

Permasalahan terjadi berawal dari kesalahan pahaman dan ketersinggungan pada saat korban Ketut Sukreni (40), sedang mencari makanan kambing dan menebang pohon pisang dikebunnya sendiri. Tiba-tiba pelaku datang dan langsung membanting korban sampai jatuh terlentang. Saat itu korban sempat dicekik oleh pelaku Dewa Nyoman Winawa (62), setelah itu pelaku meninggalkan korban ditempat kejadian.

Peristiwa tersebut kemudian diketahui Bhabinkamtibmas Desa Munduk atas laporan dari suami korban yang bernama Nyoman Redika. Selanjutnya Bhabinkamtibmas mengajak korban untuk dilakukan pemeriksaan medis untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca juga :  Audensi Bersama BKPM, Komjen Pol Agus Andrianto Tegaskan Polri Dukung Kebijakan Pemerintah Percepat Perizinan Berusaha

Dengan permasalahan yang terjadi kemudian Bhabinkamtibmas Desa Munduk atas petunjuk Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, segera memanggil kedua belah pihak dan dipertemukan di kantor Perbekel Desa Munduk.

Selanjutnya pada hari Kamis (4/8) pukul 09.00 Wita bertempat di ruang rapat Kantor Perbekel Desa Munduk, Bhabinkamtibmas dengan perangkat Dinas, Desa Adat yang tergabung dalam Sipandu Beradat melakukan pertemuan antara korban dan terlapor. Pertemuan ini untuk penyelesaian terbaik bagi kedua belah pihak dengan menggunakan Sipandu Beradat.

Dalam pertemuan tersebut ada titik terang penyelesaian yang terbaik bagi kedua belah pihak. Pelaku meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan terhadap korban dan tidak mengulangi lagi perbuatanhya serta korbanpun memaafkannya. Penyelesaian masalah tersebut dapat terselesaikan dan dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang ditanda tangani kedua belah pihak serta unsur terkait.

Baca juga :  MDA Bali Gelar Ngrastiti Bhakti dalam Rangka Pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19

Bila ada permasalahan di tingkat desa sebaiknya agar diselesaikan dengan musyawarah mupakat, mengedepankan sipandu beradat yang didalamnya tergabung tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat serta pihak dinas desa, sehingga tidak semua permasalahan dilakukan proses hukum,” pungkas Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana.

Penulis|Wismaya

Facebook Comments

About Post Author