Monday, January 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Satgas Minta Bali Tetap Konsisten Lakukan Biosecurity untuk Antisipasi PMK

DENPASAR, The East Indonesia – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai berhasil mengendalikan wabah PMK hingga awal pekan ini.

Berdasarkan data dari Satgas Daerah per 24 Oktober 2022, Bali termasuk dalam 11 wilayah provinsi yang dinyatakan tidak ada kasus aktif atau zero reported case dalam sebulan terakhir. Selain Bali, wilayah yang sampai saat ini tidak melaporkan adanya kasus aktif meliputi Lampung, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan dan Aceh.

Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Posko Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Rabu (26/10/2022) kemarin, Kakordalops BNPB Brigjen TNI Lukmansyah, yang mewakili Ketua Satgas Penanganan PMK Nasional Letjen TNI Suharyanto, mengatakan bahwa meski tidak ada kasus aktif, namun lima strategi yang meliputi biosecurity, testing, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat diharapkan agar tetap dilaksanakan secara konsisten.

Hal itu menjadi penting dan harus diutamakan, karena suatu wilayah yang sudah dinyatakan zero reported case bukan lantas bisa terbebas dari virus. Oleh sebab itu, Bali mesti tetap konsisten lakukan lima strategi utama penanganan PMK, khususnya biosecurity dan vaksinasi.

“Tetap ya. Meski sudah zero reported case namun biosecurity harus tetap diketatkan, mulai lingkup terkecil agar penularan bisa dihentikan,” ujar Brigjen Lukmansyah.

Ia meminta banyak provinsi di Indonesia seharusnya belajar dari Kalimantan Timur. Penyakit PMK di wilayah yang dijuluki ‘Benua Etam’ itu pertama kali ditemukan pada tanggal 29 Juli 2022. Sejak saat itu, hingga 27 hari Forkopimda setempat pontang-panting menanggulangi penyakit PMK. Kalimantan Timur kemudian menyatakan tidak ada lagi ditemukan kasus pada tanggal 24 Agustus 2022.

Selang 18 hari kemudian, atau tepatnya pada 11 September 2022 gelombang kedua penyakit PMK kembali mencuat. Selanjutnya pada tanggal 27 September 2022, penyakit PMK berhasil ditaklukan kembali, namun selang 12 hari kemudian atau pada tanggal 12 Oktober 2022 ditemukan kasus baru lagi, hingga akhirnya pada 15 Oktober 2022 kembali dinyatakan zero case.

Dari rententan naik-turunnya kasus PMK di Kalimantan Timur itu menurut Kakordalops boleh jadi disebabkan oleh penjagaan di pintu masuk tidak diperketat dengan biosecurity. Di samping itu, vaksinasi untuk hewan yang sehat juga belum maksimal dilakukan. Sehingga dalam hal ini, Kakordalops menaruh harapan tinggi kepada seluruh Forkopimda Provinsi Bali agar memprioritaskan upaya penanganan dengan lima strategi utama.

“Itu menandakan biosecurity-nya tidak ketat. Penjagaan di pintu-pintu masuk tidak bagus. Jadi lima strategi harus tetap diutamakan,” ungkap Lukmansyah. Jangan sampai seperti di Kaltim yang turun naik terus. Intinya biosecurity diketatkan dan vaksinasi ditingkatkan,” imbuhnya.*Arnold

Popular Articles