DENPASAR, The East Indonesia – Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, hingga saat ini hingga saat ini sebanyak 24 hotel di kawasan Nusa Dua Bali telah full booking untuk para kepala negara KTT G-20 dan rombongan yang saat ini ada yang sudah tiba di Bali. “Tadinya hanya 23 hotel yang full booking dan bahkan ada yang sudah menempatinya. Sekarang bertambah menjadi 24 hotel. Bahkan ada yang saat ini sudah berada di luar kawasan ITDC atau kawasan Nusa Dua yakni sebagian di Sanur, dan Jimbaran,” ujarnya.
Menurut Wakil Gubernur Bali ini, komunikasi yang terjadi selama ini adalah tim bertanya soal keamanan. Hal ini sangat wajar. Sebab yang sudah terkonfirmasi adalah hotel di Bali sudah dalam kondisi aman. Berdasarkan pengalaman dua event sebelumnya yakni KTT APEC dan IMF, semua hotel yang dihuni oleh delegasi dalam pengawasan ketat oleh aparat berwenang.
“Yang kita siapkan masalah keamanan ini sudah sesuai pengamalan kita sebelumnya waktu di APEC dan IMF. Sebab selalu saja tim dari negara negara tersebut datang menanyakan soal keamanan. Ini yang kita siapkan kemudian dari segi keselamatan kita kerjasama dengan BPBD Bali kemudian dengan aparat Polri dan TNI. Ini sudah pakem, sebab setiap kepala negara tinggal di hotel yang terpisah dan bahkan ada satu negaraz satu hotel diblokir sendiri,” ujarnya.
Hingga saat ini hotel di Kawasan Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, dan Sanur sudah 100% keterisian. Bahkan saat ini saja ada sekitar 10 ribu orang keluar masuk kawasan tersebut, baik tamu lokal maupun tamu asing. Sementara kawasan lainnya seperti sebagian Denpasar, Ubud, Lovina, Karangasem baru 60%. “Diharapkan hotel yang ada di luar kawasan Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, Sanur bisa dilimpahkan tamunya ke kawasan lainnya di Bali. Hingga menjelang hari H, okupansi hotel di luar kawasan tersebut naik hingga 70-80 persen,” ujarnya.
Sekalipun banyak hotel di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya terisi oleh tamu negara namun Cok Ace memastikan tidak ada karyawan yang diliburkan. Hanya saja ada beberapa hotel yang jumlah pegawainya dikurangi. Sistemnya shift jam kerja. Pembatasan pegawai hotel ini tidak memutus mata rantai pencarian mereka. Artinya gajinya tetap dihitung full dari awal. Tidak ada istilah pegawai yang diliburkan.*Arnold


