SINGARAJA, The East Indonesia – DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng menargetkan kemenangan di ajang Pemilu tahun 2024 mendatang khususnya untuk Pemilihan Legislatif tingkat Kabupaten Buleleng. Targetnya pun terbilang prestisius karena 11 kursi menjadi bidikan partai berlambang merci ini agar bisa nantinya mencalonkan bupati sendiri di tingkat Kabupaten.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng, Luh Gede Herryani yang akrab disapa Luh De, disela-sela acara Pendidikan Politik dengan tema “ Persiapan dan Strategi Pemilu 2024” di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Kamis (8/12). Luh De mengatakan saat ini partainya hanya berhasil menempatkan tiga wakilnya duduk di DPRD Buleleng. Karena itu, ia sangat ingin mengulang kembali kejayaan Partai Demokrat di tahun 2024 mendatang. “Di Buleleng kan ada 7 Dapil ya, paling tidak setiap dapil bisa menggoalkan satu wakilnya. Bahkan saya berupaya agar 11 kursi bisa diraih sehingga partai bisa mengusung calon bupati sendiri,” ucapnya.
Luh De juga berkeyakinan dengan partai yang saat ini dipegang oleh anak muda yakni Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, elektabilitas partai juga akan ikut meningkat. Karena dari pengamatan survey yang dilakukan lembaga kredibel menempatkan popularitas AHY sangat tinggi dan juga partai tentu saja. “Ini yang menambah keyakinan kami bahwa partai akan meningkat di tahun 2024 mendatang dengan target Partai Demokrat memenangkan Pemilu,” imbuhnya.
Karena itu strategi partai saat ini dengan terus terjun kebawah dan konsolidasi termasuk memberikan pendidikan politik kepada para kader. Pendidikan politik ini menghadirkan narasumber dari Ketua KPU Bali, Agung Lidartawan dan juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta serta Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Wilayah Bali, Dewa Nyoman Sukrawan.
Usai pemberian materi, Ketua KPU Bali, Agung Lidartawan mengatakan pendidikan politik ini sangat penting diberikan kepada kader partai agar mengetahui sistem pemilu tahun 2024 mendatang. “jika semua parpol melakukan pendidikan politik maka politik uang akan semakin berkurang. Gunakanlah dana Banpol untuk menggelar pendidikan politik sehingga berpolitik akan semakin benar bukan dengan politik uang,” tegasnya.***wismaya


