Saturday, January 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gugur Sebagai Pahlawan, Sekda Belu Serahkan Kunci Rumah Bantuan Praka Almarhum Yanuarius Loe

ATAMBUA, The East Indonesia – Praka Almarhum Yanuarius Loe gugur bersama 11 orang lainnya akibat jatuhnya Helikopter Helikopter MI-17 TNI – AD di daerah Operasi Papua pada tahun 2019 silam yang lalu.

Atas gugurnya prajurit TNI kelahiran 1993 ini, Praka Almarhum Yanuarius Loe diberikan bantuan 1 unit rumah yang diperuntukkan bagi ahli warisnya dalam hal ini kedua orangtuanya kandungnya.

Rumah bantuan khusus pahlawan bagi Praka Almarhum Yanuarius Loe dibangun di RT/RW 01/01, Dusun Seo A, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Dikerjakan sejak pertengahan tahun 2022, akhirnya pada Rabu (23/11/2022), rumah bantuan khusus pahlawan bagi Praka Almarhum Yanuarius Loe tersebut akhirnya diserahterimakan.

Sekda Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si dan Kepala Balai Pelaksanan Penyediaan Perumahan Dinas PUPR, Provinsi NTT, Yublina Dila Bunga ST. MT menyerahkan secara simbolis Kunci Perumahan Khusus (Rusus) kepada ahli waris Pahlawan yang gugur dalam tugas negara di Papua, Rabu (23/11/2022), di Dusun Dusun Seo A, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat.

Kunci Rusus diterima oleh ahli waris Praka Anumerta Yanuarius, yakni Ayah Kandung, Fransiskus Loe dan Mama Kandung, Elisbeth Dahu.

Keluarga Pahlawan berhak menempati perumahan yang merupakan pemberian dari negara melalui Instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Sekda Belu mengatakan, kejadian tersebut merupakan duka yang sangat mendalam karena Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik, bangsa dan negara. Untuk itu, kata dia, doa terbaik juga terus dipanjatkan untuk Praka Anumerta Yanuarius Loe.

Namun demikian, para ahli waris tidak boleh merasa sendirian dalam menghadapi kedukaan ini. Para ahli waris, adalah keluarga besar bangsa Indonesia, keluarga besar seluruh Tentara Nasional Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai upaya dalam membantu dan memberi perhatian kepada para ahli waris, pemerintah melalui perintah Presiden Republik Indonesia membangun rumah khusus yang diperuntukkan kepada para ahli waris.

“Semoga rumah khusus ini dapat bermanfaat dan memberi penghidupan yang lebih baik bagi keluarga dan merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan pahlawan bangsa yang telah gugur menjaga negara,” kata Sekda Belu

Sekda JAP menyampaikan kepada keluarga Praka Anumerta Yanuarius Loe agar menjaga dengan baik pemberian rumah khusus yang merupakan penghargaan dari negara.

Kepala Balai P2P Nusa Tenggara II, Kementerian PUPR, Yublina Dila Bunga ST. MT mengatakan, Pemerintah menyediakan rumah bagi ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan seperti saat ini yang sedang kita lakukan.

“Serah terima kunci ini merupakan wujud dari perhatian, kepedulian dan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah, dan saya berharap agar rumah ini dapat dimanfaatkan serta dirawat,” pinta Yublina.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan oleh media ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian PUPR memberikan 1 unit rumah bantuan khusus pahlawan bagi Praka Almarhum Yanuarius Loe yang gugur ditembak jatuh dari Helikopter di Papua pada tahun 2019 silam.

Rumah bantuan yang memiliki tujuan pembangunan agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ahli waris TNI (Praka Almarhum Yanuarius Loe) yang Gugur di daerah Operasi Papua tersebut dibangun di RT/RW 01/01, Dusun Seo A, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat.

Rumah tersebut akan dibangun tipe 45 dengan biaya sebesar Rp 194.500.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2022 yang dibebankan kepada satuan kerja penyediaan perumahan Provinsi NTT.

Pembangunan rumah dengan Luas Bangunan 45 M² tersebut dikerjakan oleh CV Dinamika Abadi dengan masa pelaksanaan 120 HK terhitung tanggal 28 April – 28 Agustus 2022.

Rumah bantuan khusus pahlawan Praka Almarhum Yanuarius Loe ini pun dilakukan peletakan batu pertama langsung oleh Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM pada, Jumat (20/05/2022).

Kepala BP2P Propinsi NTT diwakili oleh Kasubag umum dan tata usaha sekaligus sebagai sekretaris BP2P Nusa Tenggara II yang berada di Nusa Tenggara Timur, Anwar Djaha; Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT; Wakapolres Belu; Pasi Ops Kodim 1605 Belu; Danki Kompi B yonif Raider Khusus 744/SYB; perwakilan Danki Kavaleri Komodo Ksatria Anuraga; perwakilan Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Belu; Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab Belu; Camat Tasifeto Barat; Kapolsek Tasifeto Barat; Danramil 1605-06 Halilulik; Direktur CV. Dinamika Abadi Kupang; Kepala Desa; Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM dalam penyampaiannya memberikan terimakasih banyak kepada Pemerintah Pusat melalui Mabes TNI dan Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan rumah khusus pahlawan kepada Praka Almarhum Yanuarius Loe asal Kabupaten Belu yang gugur di Papua pada tahun 2019 yang lalu.

“Terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah memberikan penghargaan kepada anggota TNI asal Kabupaten Belu yang gugur di medan tugas, Papua. Ini merupakan salah satu bentuk penghargaannya,” pinta mantan Kanan Kesbangpol Belu ini.

Tambahnya, “Kita bersyukur karena ada perhatian dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat kita yang menjadi anggota TNI dan gugur di medan tugas.”

Wakil Bupati Belu juga mengungkapkan bahwa tidak saja rumah, Pemerintah Pusat juga telah memberikan perhatian sebelumnya yaitu adik dari Praka Almarhum Yanuarius Loe yang juga telah lulus sebagai anggota TNI.

Sementara itu, Kasubag umum dan tata usaha sekaligus sebagai sekretaris BP2P Nusa Tenggara II yang berada di Nusa Tenggara Timur, Anwar Djaha menjelaskan bahwa bersama-sama dengan Kepala Daerah Kabupaten Belu diberikan mandat untuk melaksanakan peletakan batu pertama yang mana ini merupakan bantuan spontan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian pekerjaan umum pada Direktorat Jenderal Perumahan untuk pekerjaan pembangunan rumah pahlawan atas pengabdian dan perjuangan dari Praka Almarhum Yanuarius Loe yang gugur di Papua.

“Semua ini yang terjadi di kabupaten Belu ini atas dukungan dan partisipasi yang luar biasa dari Bapak Bupati serta forkopimda di Kabupaten Belu sehingga ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Djaha berharap agar kedepannya Kabupaten Belu masih tetap menjadi perhatian prioritas pemerintah pusat dalam memberikan dukungan pembangunan perumahan karena lokasinya langsung berbatasan dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste.

Untuk diketahui Praka Almarhum Yanuarius Loe lahir di Seo, Belu pada 29 Januari 1993. Dirinya menjadi anggota TNI di Yonif 725/WRG Kodam XVI/Hasanudin.

Yanuarius Loe gugur bersama 11 orang lainnya akibat jatuhnya Helikopter Helikopter MI-17 TNI – AD. Jenis HA-5138 di Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang melaksanakan pengiriman logistik Pos Udara Okbibab Satgas Operasi pengamanan Perbatasan RI-PNG di wilayah Papua pada tanggal 28 Juni 2019. ***Ronny

Popular Articles