Warga Nagekeo Raih Gelar Doktor Termuda

45

DENPASAR, The East Indonesia – Akademisi asal Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT bernama Yohanes Freadyanus Kasi berhasil meraih gelar doktor atau studi S3. Ia menjadi doktor termuda dari Kabupaten Nagekeo di usia 33 tahun. Pria yang sehari-hari mengajar di Institut Nasional Flores (ITN) Mbay, Nagekeo ini berhasil menyelesaikan studi S3 dalam usia 33 tahun. Eddy Kasi, begitu ia disapa, meraih gelar dokter setelah lulus di Program studi Ilmu Pengelolaan Alam (IPA), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam (FPMIPA), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kota Bandung.

Saat dikonfirmasi Rabu (11/1/2023), Eddy Kasi mengatakan, momen ini terjadi pada tanggal 11 Januari 2023 saat dirinya berhasil mempertanggungjawabkan penelitiannya pada saat ujian promosi Doktor di depan 5 penguji yaitu Prof. Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed., Dr. Achmad Samsudin, M.Pd., Dr. Riandi, M.Si., Prof. Dr. Sarwi, M.Si. dan Dr. Hj. Widi Purwianingsih, M.Si di Auditorium lantai 2 FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)-Bandung.

Sidang promosi Doktor tersebut dilaksanakan secara blended (offline dan online) yang juga dihadiri oleh rekan dan kolega di Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT.

Eddy Kasi merampungan gelar Doktor melalui disertasinya yang berjudul “Program Teachers Professional Development (TPD) Berbasis Pendekatan Partnership, Technology, Ethnoscience (PaTEn) Untuk Meningkatkan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Guru IPA dan Minat belajar siswa di NTT”. Penelitian ini dilakukan dengan batasan partisipan adalah para guru IPA dan siswanya di Kabupaten Nagekeo, NTT pada bulan November-Desember tahun 2021.

Baca juga :  Moscow State University Jalin Kerjasama Dengan Pemkot Denpasar

Rektor Institut Nasional Flores (INF), Mbay ini berhasil menemukan model pelatihan guru berbasis pendekatan Partnership, Technology, Ethnoscience atau yang dirinya sebut PaTEn. Selain itu, dirinya memberikan pengetahuan dan informasi baru bagi guru bahwa aktivitas budaya di Kabupaten Nagekeo bisa kita bawa ke dalam pembelajaran di kelas yang pastinya dikaitkan dengan kompetensi dasar materi SMP.

“Novelty disertasi promovendus ini sangat bermanfaat dalam program pelatihan guru dan juga akan berdampak pada tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar siswa di kelas,” urainya.

Selama masa studi kurang lebih 3,5 tahun di Universitas Pendidikan Indonesia, promovendus pernah dipercaya menjadi ketua panitia seminar International Conference on Mathematics and Science Education (ICMScE 2021) yang menghadirkan pembicara dari 5 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Turky, Kanada dan Hungaria dengan peserta sebanyak 586 orang dan berhasil mengkoordinir penerbitan artikel peserta conference dengan total 264 paper di Journal of Physics: Conference Series, AIP Conference Proceedings, Journal of Engineering Science and Technology (JESTEC) dan Moroccan Journal of Chemistry.

Baca juga :  Berikan Kuliah Umum, Bupati Tabanan Paparkan Visi Misi Pemkab Tabanan

Selain itu, karena Promovendus merupakan mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak tahun 2019 sampai selesai, dirinya aktif untuk mensosialisasikan beasiswa tersebut kepada masyarakat Kabupaten Nagekeo dan berhasil mendampingi mereka sampai sudah dan akan melanjutkan studi dengan beasiswa LPDP (beberapa diantaranya merupakan ASN Kabupaten Nagekeo).

Sebagai promotor, Prof. Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed. juga memaparkan beberapa prestasi yang diraih oleh Eddy Kasi yaitu penerbitan 9 artikel di jurnal bereputasi internasional (scopus)/nasional (sinta) serta prosiding terindeks scopus dan ISBN. Beberapa di antaranya adalah ‘Using The Rasch Model to Measure Science Teachers’ Perception toward Teacher Professional Development Program in Nagekeo, East Nusa Tenggara, pada jurnal Talent Development & Excellence. Selain itu ada juga judul ‘The Impact Teacher Professional Development Program In Indonesia On Science Teachers ’ Knowledge And Practice pada jurnal International Journal of Psychosocial Rehabilitation, A critical analysis about ethnoscience approach of the science teachers in “Peo Nabe”-Nagekeo using Rasch model pada jurnal International Journal of Advanced Science and Technology, dan Science Concepts in Traditional Game “Dhongi Koti” from Nagekeo-NTT for Developing Science Learning pada AIP Conference Proceedings. Ada lagi Integrating Local Science and School Science: The Benefits for the Preservation of Local Wisdom and Promoting Students’ Learning pada preprint scopus, dan A Thematic Review on Exploring Ethnoscience in Science Education : A Case in Indonesia pada jurnal Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah. Masih ada beberapa karya lainnya yang sudah diterbitkan di jurnal ilmiah internasional.

Baca juga :  Kemendikbud Minta Perguruan Tinggi Beri Kemudahan Pembelajaran di Masa Darurat Covid-19

Saat ini dirinya sedang mengajukan paten sederhana atas program peningkatan profesionalisme guru yang dikembangkannya. Saat mendapatkan gelar dirinya meraih predikat Cumlaude atau Pujian karena telah menyelesaikan studi yaitu 3,5 tahun dan memenuhi semua syarat yang diminta program studi. Dirinya juga berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari waktu kontrak yang diberikan pemberi beasiswa dalam hal ini adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yaitu 4 tahun.***AD

Facebook Comments

About Post Author