ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.,FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens mengambil salah satu kebijakan di bidang infrastruktur yaitu membangun jalan hotmix dari cabang Motaoe sampai Dafala kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Peningkatan kapasitas struktur jalan Motaoe-Dafala tersebut dilakukan pada Tahun Anggaran 2022 dengan panjang mencapai 4 kilometer.
Jalan ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat dimana area sekitar jalan tersebut merupakan salah satu wilayah penghasil hortikultura terbesar di Kabupaten Belu.
Jalan ini dikerjakan menggunakan APBD Kabupaten Belu dengan nilai mencapai 9,4 Miliar Rupiah.
Salah satu masyarakat, yang ditemui The East Indonesia di lahan pertaniannya yang berada dekat jalan Motaoe-Dafala menerangkan bahwa warga Desa Dafala terkenal dengan penghasil hortikultura khususnya tomat, lombok dan buncis.
“Kami masyarakat Dafala terkenal penghasil hortikultura. Dulu kami setengah mati dalam membawa hasil pertanian kami karena jalan yang masih rusak. Kami senang,” ujar pria yang akrab disapa Dus Manek.
Dirinya mengaku bahwa dengan adanya pembangunan jalan hotmix Motaoe sampai Dafala ini sangat mempermudah akses transportasi terlebih mengangkut hasil pertanian ke arah Perkotaan.
“Sekarang sudah memudahkan, karena transportasi sudah masuk sampai disini,” pungkas Manek.
Pemuda asal Desa Dafala ini pun lantas berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu karena telah membangun ruas jalan Motaoe-Dafala.
“Karena itu, kami berterima kasih kepada Pemerintah (Daerah Kabupaten Belu),” pinta Dus Manek.
Dia pun berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu untuk bisa menambah lagi peningkatan sisa jalan Motaoe-Dafala yang belum sampai ke jalan sabuk merah Perbatasan Negara RI-RDTL. (Ronny)


