Saturday, February 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Berikan Anggaran Penanganan Darurat, Bupati dan Wabup Belu Turun dan Evaluasi di Tengah Masyarakat Terdampak Bencana Alam Lamaknen Selatan

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam beberapa minggu belakangan, hampir sebagian wilayah Negara Republik Indonesia terkena cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi sangat besar terjadi.

Di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste, mengalami juga cuaca ekstrem tersebut dan mengakibatkan 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu mengalami banjir, angin puting beliung dan longsor.

Atas kondisi yang ada di wilayahnya, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM walaupun ditengah bencana alam, langsung turun ke lapangan untuk melihat keadaan warga dan kondisi daerahnya, Senin (27/02/2023).

Kemudian sehari sesudah berkunjung ke tengah masyarakat dan wilayahnya, Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens memimpin rapat koordinasi bersama Sekertaris Daerah Kabupaten Belu, OPD, para Camat dan Forkompinda terkait, Selasa (28/02/2023).

Rapat koordinasi ini berkaitan langsung dengan pemberlakuan Status Bencana di wilayah Kabupaten Belu yang dilaksanakan di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Belu.

Usai rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor melalui keputusan Bupati Belu nomor 77/HK/2023.

Bupati Belu dan Wabup Belu saat memantau Posko dan dapur umum bencana di Desa Lutharato. Foto : Rony

Pemberlakukan status tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor di Kabupaten Belu ini pun berlangsung hingga tanggal 13 Maret 2023.

Tidak hanya sebatas status tanggap darurat, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM yang sangat peduli terhadap kondisi masyarakat dan wilayahnya, langsung menginstruksikan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Belu untuk segera mencairkan anggaran yang bisa digunakan terhadap penanganan darurat bencana alam di Kabupaten Belu.

Atas instruksi dari Kepala Daerah Kabupaten Belu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Belu pun telah mengeksekusi anggaran sebesar kepada tiga instansi yaitu sebesar Rp. 926.731.000 kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Belu dan Dinas Sosial Belu untuk segera melakukan tanggap darurat terhadap masyarakat dan kondisi wilayah yang terdampak bencana alam.

Setelah berjalan 10 hari pasca penetapan Kabupaten Belu dengan status tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor melalui keputusan Bupati Belu nomor 77/HK/2023, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM turun dan langsung mengevaluasi kerja Organisasi Perangkat Daerah terkait penanganan bencana alam, Kamis (09/03/2023).

Terpantau, Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu bersama rombongan mengunjungi daerah terdampak bencana alam di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan.

Disana Bupati Agus Taolin dan Wabup Alo Haleserens mengunjungi dan bersapa dengan masyarakat serta melihat rumah masyarakatnya yang rusak, gedung sekolah rusak, jalanan yang longsor hingga posko kesehatan untuk pelayanan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Bukan asal berkunjung, Bupati dan Wakil Bupati Belu langsung mengevaluasi kerja OPD terkait di lapangan terdampak bencana alam.

Hadir dalam kunjungan Bupati Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu Alo Haleserens, Kepala Pelaksana BPBD Belu, Eng Laka; Kepala Dinas Sosial, Sabina Mau Taek; PLT Kepala Dinas PUPR Belu, Vinsen Dalung; PLT Kasat Pol PP Belu, Nikolaus Umbu Biri; Kadis Kesehatan Belu, Ansilla Mutty; Kadis Pendidikan, Eda Fahik; Kepala Kesbangpol Belu, Apolinaris Susar; Kabag Umum, Egidius Manek; dan Kabag Prokopim Setda Belu, Daniel Nahak.

“Hari ini saya Bupati Belu dan Pak Wakil Bupati Belu serta sebagian jajaran, kami datang kesini, ke tempat terjadinya bencana alam ini. Sebelumnya semua sudah standby untuk membantu dan berkoordinasi terhadap dampak bencana alam yang ada saat ini di hampir seluruh Indonesia termasuk salah satunya Kabupaten Belu,” ujar Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dalam kesempatan berdialog dengan masyarakat setempat di Posko Bencana yang terletak di Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan.

Ditambahkan, “minggu lalu saat awal-awal bencana, kami rapat di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia tentang adanya bencana alam yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.”

Karena itu, sebagai tindakan tanggap darurat, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu berusaha untuk menyelamatkan nyawa masyarakatnya dengan terlebih dahulu menangani akses jalan yang terputus di beberapa kecamatan sehingga bisa memasok bantuan bencana kepada semua masyarakat Belu yang terdampak.

“Kita berterimakasih kepada seluruh pihak dan komponen masyarakat yang sudah tergerak untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Belu,” urai dokter Agustinus Taolin.

Bupati Belu, Dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Belu terus mendata semua kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Belu untuk kemudian ditindaklanjuti pasca bencana alam saat ini.

“Kami ikut prihatin, kami juga berduka atas penderitaan yang dialami bapa, mama dan saudara-saudari masyarakat semuanya. Kita hadir disini untuk saling membantu walaupun tidak sempurna. Kurang-kurangnya kami mohon maaf,” ujar Bupati Agus Taolin.

Sementara itu Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens, MM dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa masyarakat yang rumahnya terdampak longsor yang ingin mendapatkan rumah haruslah pindah ke area pemukiman baru.

“Eme Ama semua, sebagai informasi kalau nanti pemerintah mau bangun rumah, eme Ama harus pindah ke lokasi pemukiman yang baru. Itu syarat yang harus kita penuhi supaya Pemerintah bisa kasih bantuan,” tandasnya.

Wakil Bupati Belu yang juga putra Bunaq ini menyampaikan turut prihatinnya atas penderitaan yang dialami masyarakat akibat bencana alam ini.

Dirinya pun mengajak semua masyarakat untuk selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan dan leluhur agar bisa melewati bencana yang ada saat ini. (Ronny)

Popular Articles