Sunday, February 22, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

2 Tahun Memimpin Kabupaten Belu, AT-AHS Terus Tingkatkan Kinerja Pelayanan Terhadap Masyarakatnya

ATAMBUA, The East Indonesia – dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belu pada tanggal 26 April 2021 yang lalu.

Keduanya berhasil menumbangkan sang petahana dari paket SAHABAT dengan selisih 247 suara pada Pilkada serentak 2020 yang kemudian dibawakan ke putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.

Atas amanah dari masyarakat Kabupaten Belu tersebut, Bupati Belu Agustinus Taolin (AT) dan Wakil Bupati Belu (AHS) terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya walaupun dengan keterbatasan anggaran.

Tepatnya hari ini, Rabu (26/04/2023), dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM telah memimpin Kabupaten Belu selama 2 tahun.

Dokter Agus Taolin dan Doktor Alo Haleserens masih berkomitmen bekerja berdasarkan visi misi Pembangunan Kabupaten Belu pada tahun 2021 sampai 2026.

Visi : “Menjadikan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif.”

Misi : Meningkatkan pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan; Meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif; mewujudkan pembangunan infrastruktur wilayah dan kawasan perbatasan yang berbasis tata ruang dan lingkungan hidup; Reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi; dan Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah berlandaskan budaya lokal.

Pada 2 tahun kepemimpinan, Bupati, dr. Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens memberikan pelayanan prima dalam bidang kesehatan dimana program unggulan Pengobatan Gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu masih terus dilakukan.

Selain itu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pada fasilitas kesehatan tingkat pertama pun selalu ditingkatkan.

Tidak hanya itu, penanganan stunting di tengah masyarakat Kabupaten Belu pun menurun drastis hingga pada angka 11 persen.

Pada indikator indeks pembangunan manusia hingga akhir 2022, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu terus mencatatkan pertumbuhan.

Selanjutnya dalam indikator pertumbuhan ekonomi yang meski dalam masa hingga pemulihan Covid-19, dibawah kepemimpinan AT-AHS malah mengalami peningkatan.

Namun pada indikator kemiskinan, kualitas lingkungan hidup dan Rumah tangga dengan akses air minum layak pada akhir 2022 lalu, mengalami penurunan dari target realisasi.

Pada indikator lain yakni indeks kepuasan masyarakat dalam hal ini pelayanan Pemerintah Daerah Kabupaten kepada masyarakatnya mendapatkan angka kepuasan yang lumayan tinggi.

Demikian hasil evaluasi kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Belu hingga akhir tahun 2022 yang disampaikan dalam 2 tahun kepemimpinan dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Evaluasi ini disampaikan dalam konferensi pers oleh dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM; Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM; Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, MSi didampingi beberapa Pimpinan OPD di ruang rapat Bupati Belu, Rabu (26/04/2023).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin menjelaskan bahwa bersama Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens terus melakukan evaluasi terhadap kinerja dalam 2 tahun kepemimpinan.

“Pemerintah kabupaten Belu terus merencanakan dan mewujudkan indikator yang ditetapkan untuk masyarakat kabupaten Belu. Namun apa yang kita rencanakan tentunya tidak semua bisa mencapai sasaran dalam 2 tahun kepemimpinan ini,” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa dalam indikator yang ditetapkan untuk pelayanan kepada masyarakat Belu ada yang dapat dilakukan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

“Saat ini pada dua tahun kepemimpinan kami ini, kita sudah mulai tumbuh dan mudah-mudahan akan terus bertumbuh dalam pengabdian kami, sebagai Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Pimpinan OPD dan seluruh jajaran kepada masyarakat dan Rai Belu tercinta,” ujar Bupati Belu, Agustinus Taolin.

Menyambung dari itu, Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM menerangkan bahwa data yang ada dalam 2 tahun kepemimpinan tersebut terdapat 2 sisi yaitu ada yang sudah dipenuhi target ada yang belum terpenuhi targetnya.

“Tidak terpenuhinya target biasanya diperlukan waktu baik itu jangka menengah maupun jangka panjang,” tandasnya.

Wabup Belu juga menyinggung soal akses jalan yang rusak baik di dalam maupun luar kota.

“Kita punya komitmen besar untuk segera memperbaiki dan membenahi infrastruktur jalan yang rusak ataupun belum hotmix yang kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kita,” ujar Alo Haleserens.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, MSi pun mengatakan bahwa bersama seluruh ASN di Kabupaten Belu terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Saya bersama seluruh ASN dan jajaran pada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Belu,” imbuhnya. (Ronny)

Popular Articles