SINGARAJA, The East Indonesia – Buleleng diprediksi akan mengalami musim kemarau berkepanjangan dan pada puncaknya di Bulan Oktober mendatang. Akibatnya beberapa desa diperkirakan akan kesulitan untuk mengakses air bersih, serta mengalami gangguan pelayanan. Mengantisipasi hal itu, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng akan memaksimalkan sumber air dari reservoar di Desa Padang Bulia hingga menyiapkan mobil tangki.
Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana pada Senin (22/5) mengatakan, akibat musim kemarau ini kapasitas produksi air yang semula dimiliki mencapai 858 liter per detik, diprediksi akan menurun 20 hingga 25 persen. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pelayanan di pagi dan sore hari di beberapa wilayah.
Selain itu ada beberapa daerah yang tidak masuk dalam layanan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng yang juga diprediksi akan kesulitan mengakses air bersih. Seperti di Desa Julah, Tejakula, Pacung, serta di beberapa desa di Kecamatan Banjar bagian atas. Meski tidak masuk dalam daerah layanan, pihaknya bersama BPBD Buleleng kata Lestariana, telah menyiapkan bantuan mobil tangki untuk menyuplai air bersih di desa tersebut.
Lestariana juga mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya gangguan layanan saat musim kemarau, pihaknya akan manfaatkan reservoar yang baru saja dibangun di daerah Desa Padang Bulia Kecamatan Sukasada. Pihaknya juga telah menganggarkan penggantian pipa transmisi dari semulanya berukuran tiga inch menjadi empat hingga enam inch, serta mengurangi suplai air di wilayah Lovina. Sehingga kebutuhan air untuk pelanggan yang ada di wilayah Kota Singaraja dapat terpenuhi.
“Banyuning dan Banyuasri itu padat penduduk, sementara penyebaran sumber airnya tidak merata. Debit airnya juga hanya 13,5 liter per detik sementara kebutuhannya 17 liter per detik. Kami akan maksimalkan reservoar di Padang Bulia untuk kebutuhan di kota,” Tutupnya.***wismaya


