ATAMBUA, The East Indonesia – Ribuan masyarakat pelaku dan pecinta pertanian di Kabupaten Belu beramai-ramai memadati lokasi kebun percontohan Pemerintah Kabupaten Belu yang terletak di Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, pada Selasa pagi (04/07/2023).
Kehadiran ribuan masyarakat pelaku dan pecinta pertanian tersebut adalah untuk melihat kebun percontohan Motabuik dan mendengar langsung arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terkait penguatan kelembagaan petani dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani diwilayah perbatasan RI-RDTL.
Pantauan media The East Indonesia, berbagai komponen masyarakat mulai mendatangi lokasi kebun percontohan Motabuik sejak pukul 8 pagi.
Sementara Gubenur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongannya didampingi Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM tiba di lokasi Kebun Percontohan Motabuik pada pukul 10:20 WITA.
Selanjutnya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat langsung meninjau dan menanam simbolis holtikultura serta memberikan penguatan kelembagaan petani dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani di Kebun Percontohan Motabuik.
Koordinator Kelompok Tani “Permata Belu” yang mengelola di Kebun Percontohan Motabuik, Johanes Ance Mau saat diwawancarai awak media ini pertama-tama mengucapkan terimakasih kepada Bupati, Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens yang telah memberikan kesempatan kepadanya dan teman-temannya untuk mengelola Kebun Percontohan Motabuik.
“Terimakasih atas kesempatan yang diberikan Pak Bupati dan Pak Wabup. Disini saya bersama teman-teman petani dari beberapa wilayah dalam kota Atambua dan didominasi oleh area Fatubenao bekerja mengelola lahan pertanian yang ada di Kebun Percontohan Motabuik,” pungkasnya.
Pada lahan seluas 2,4 hektare ini, kelompok tani “Permata Belu” yang ada di Kebun percontohan berusaha memaksimalkan potensi tanaman di lahan tersebut.
“Disini terdapat lahan seluas 2,4 hektare. Kita bagi ke beberapa blok yang akan ditanami tomat, cabai besar, cabai kecil, sorgum dan semangka. Nanti dalam green house kita juga akan tanam paprika,” ujar pria yang akrab disapa Ance Mau.
Ance Mau mengisahkan bahwa sejak awal banyak tantangan yang mereka hadapi dan masih akan dihadapkan lagi hingga panen nanti. Karenanya, dirinya memohon restu Tuhan dan alam agar semua usaha dirinya bersama teman-temannya Kelompok Tani bisa membuahkan hasil panen yang maksimal.
“Saat ini ada yang sudah mulai tumbuh dan ada juga yang masih dalam tahap untuk penanaman. Banyak kendala yang hadapi dan akan hadapi termasuk mengantisipasi hama dan lainnya. Karena itu kami berdoa, semoga usaha kerja keras kami ini direstui oleh Tuhan dan alam sehingga kami akan panen dan bisa mendapatkan hasil panen yang baik,” pintanya.
Koordinator Kelompok Tani juga menegaskan bahwa lahan ini bukan milik mereka semata, namun terbuka untuk semua masyarakat di Belu baik itu untuk kepentingan belajar maupun mengelola lahan.
“Kami selalu mengajak dan terbuka terhadap warga lainnya terutama kaum milenial untuk berpartisipasi bertani. Ini kebun milik Pemerintah, kebun kita bersama,” tutur Ance Mau.
Penulis|Rony|Editor|Christovao


