Friday, January 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Terlantar Puluhan Tahun, AT-AHS Buat Kebun Percontohan di Pintu Gerbang Kota Atambua

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM (AT) dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM (AHS) terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya lewat salah satu bidang, yaitu pertanian.

Sebagaimana telah diketahui, dibawah tongkat komando Bupati Agus Taolin dan Wakil Bupati Alo Haleserens, Kabupaten Belu berhasil mendongkrak hasil pertanian masyarakat di Kabupaten Belu baik itu jagung, padi, cabai, tomat dan beberapa tanaman holtikultura lainnya.

Berkerjasama dengan beberapa pihak termasuk Bank NTT, Pemerintah Kabupaten Belu pun bisa menjual hasil pertanian masyarakat ke daerah lain termasuk ke negara tetangga, Republik Demokratik Timor Leste.

Merasa ingin terus memotivasi masyarakatnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Agus Taolin dan Wakil Bupati Alo Haleserens membuat kebun percontohan di Motabuik, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Kebun seluas 2,4 hektare ini terlantar hingga puluhan tahun tanpa mencapai hasil maksimal penggunaan lahan tersebut bagi perekonomian masyarakat.

Saat ini, dibawah komando AT-AHS lahan seluas 2,4 hektare telah “disulap” menjadi sebuah kebun besar dimana telah dibagi kedalam 8 blok dengan jenis tanamannya masing-masing.

• Blok A seluas 0,17 ha ditanami tomat
• Blok B seluas 0,20 ha juga ditanami tomat
• Blok C seluas 0,25 ditanami cabai besar
• Blok D seluas 0,30 ha ditanami cabai rawit
• Blok E seluas 0,31 ditanami tomat
• Blok F seluas 0,25 juga akan ditanami tomat
• Blok G seluas 0,64 ha akan ditanami semangka
• Blok H seluas 0,37 akan ditanami sorgum

Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin menerangkan pengelolaan kebun percontohan ini merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi NTT dan sebagian kecil milik Pemerintah Kabupaten Belu.

Foto google map Kebun milik Pemerintah di Motabuik sebelum dikekola menjadi kebun percontohan. Foto : Rony

Lahan seluas kurang lebih 2 hektar ini, dulu merupakan lokasi pembibitan tanaman, sebelum diolah sebagai lokasi budidaya tanaman hortikultura.

“Lahan ini ditumbuhi sejumlah pohon kelapa dan dikelilingi oleh sumber air. Melihat potensi tersebut, saya mengundang PPL Pertanian, Kelompok Tani, para ilmuan dari Unhan serta sejumlah pengusaha dan stakeholder untuk berdiskusi terkait pemanfaatan lahan potensial ini,” pungkas Bupati Agus Taolin dalam kunjungan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ke kebun percontohan Motabuik, pada Selasa (04/07/2023).

Bupati Belu pun mengisahkan, dalam diskusi tersebut muncul pertanyaan, apakah pemerintah punya ketersediaan anggaran untuk mengolah lahan ini atau tidak? dan kalau masih memakai pola pikir yang lama berarti cukup berhenti disini saja.

“Ditengah pergumulan itu muncul solusi dan peran Gubernur NTT sebagai pemimpin kita, yang dalam berbagai kesempatan selalu memberikan arahan supaya otak kita boleh terbatas tetapi pikiran harus terbuka. Sehingga diskusi itu terus berlanjut beberapa kali dan kita mengundang Bank NTT serta berdiskusi dengan gereja, sehingga terwujudnya kebun percontohan ini,” tutur Agus Taolin.

Karena itu, pada kesempatan tersebut, Bupati Belu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menghadirkan kebun percontohan ini.

“Terimakasih kepada semua komponen masyarakat yang telah berjuang untuk menghadirkan kebun percontohan disini. Kita juga menyediakan green hause dan memberi ruang bagi para pelaku usaha untuk ikut berpartisipasi dengan menghadirkan kafe sebagai tempat untuk minum kopi, yang menyuguhkan suasana santai ditempat ini,” ujarnya.

Bupati Belu yang juga adalah seorang dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Gastroentero Hepatologi Indonesia menyebutkan pengelolaan pembudidayaan tanaman di lahan 2,4 hektare lebih ini menggunakan teknologi irigasi tetes yang langsung dikerjakan sendiri oleh kelompok tani.

Dalam hal keterbatasan, Bupati Belu mengetengahkan bahwa, kolaborasi antara orang pintar dengan orang berpengalaman, sesuai motivasi Gubernur NTT disetiap kesempatan, menjadi sebuah ajakan humanis agar bisa saling belajar dibidang pertanian ini.

“Semangat, kerjasama dan kolaborasi inilah yang akhirnya mewujudkan impian para petani disini. Bahwa spirit kolaborasi yang ditanamkan Gubernur NTT mampu membangkitkan rasa kepedulian terhadap kelembagaan petani dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan kepada para petani di Belu,” tandasnya.

Bupati Agus Taolin pun menuturkan bahwa lokasi kebun ini sebagai pintu gerbang dan percontohan kecil pertanian bagi masyarakat Kabupaten Belu yang ingin belajar bertani.

“Baik mahasiswa maupun petani dari manapun, boleh datang belajar disini. Kita sangat terbuka untuk itu. Jika kita kekurangan anggaran, masih ada Bank NTT untuk kita membicarakan skema itu untuk memberdayakan masyarakat Belu untuk NTT dan Indonesia,” imbuhnya.

Penulis|Rony|Editor|Christovao

Popular Articles