Showcase : Ujaran Musikal Klimaks Kolaborasi Regenerasi Bernyali

131
Musisi pengisi acara Showcase yang spektakuler yang digelar pada hari Minggu, Malam (13/8/2023). Foto : Dok - Pranita

DENPASAR, The East Indonesia – Bulan-bulan kerja keras dan semangat tak tergoyahkan dalam program Regenerasi Bernyali mencapai puncaknya dalam acara Showcase yang spektakuler yang digelar pada hari Minggu, Malam (13/8/2023).

Sejak dimulai pada bulan Februari lalu, program ini telah membawa perubahan besar bagi para musisi muda di Bali. Kini, mereka tidak hanya berkarya dengan semangat dan kreativitas, tetapi juga memiliki landasan pengetahuan dalam manajemen band, pemasaran, serta aspek teknis dalam rekaman. Beberapa workshop telah diadakan, termasuk yang berfokus pada penulisan press release, dengan bimbingan dari para ahli seperti Deny Surya, Kristian Dharma, dan Mas Goen.

Dalam perjalanan panjang ini, para musisi tidak hanya menjadi kreatif dalam berkarya, tetapi juga membangun pengetahuan yang kuat mengenai proses rekaman yang tepat serta teknis-teknis yang mendukungnya. Dibimbing oleh para mentor terkemuka, mereka kemudian beranjak menuju tahap pemasaran, fashion, dan perilisan digital. Tidak hanya itu, pembangunan suasana showcase yang mendalam dan penuh makna juga menjadi bagian dari perjalanan ini selama tiga bulan terakhir. Dalam tim, Saylow bertindak sebagai project manager, Kristian Dharma sebagai co-producer, Eli bertanggung jawab atas konten visual, dan Bayu membangun seluruh elemen visual yang menjadi kunci kesuksesan dari awal hingga sekarang.

Meskipun memiliki keterbatasan anggaran, semangat untuk berkarya tidak pernah padam, seperti yang diungkapkan oleh Dadang SH Pranoto, “Meski budget kecil, tetapi gass terus.”

Seiring dengan perjalanan ini, para musisi telah menunjukkan produktivitas yang luar biasa. Saylow, yang aktif dalam project management dan tur, menciptakan alternatif baru yang memicu regenerasi dalam musik Bali. “Kendalanya selalu diproduksi, biaya produksi, equipment, dll. Sebelumnya musisi secara refrensi sudah mengakses internet. Tetapi dalam perjalanan musik, biasanya stagnan, ada hal-hal yang tidak biasa terpecahkan. Program Regenerasi Bernyali hadir untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkap Saylow. Dalam komentarnya, Saylow mendorong para musisi untuk memproduksi album dalam waktu enam bulan, yang menantang dan memacu semangat kreatifitas mereka.

Baca juga :  Pupus Kejenuhan, Taruna AAL Gelar Lomba Band Internal Antar Batalion

Kristian Dharma menambahkan, “Timeline yang 6 bulan sangat tight jawalnya. Karena dari satu produksi sangat singkat. Regenerasi bernyali, nyalinya harus diasah. Bahkan lagu seperti apa, ceritanya seperti apa dll. Untuk waktu, tidak bisa kompromi, karena mengejar waktu.”

Album Cosmotopia dari Matilda merupakan manifestasi dari cita-cita yang luas. Ewa Matilda menjelaskan, “Maksud dari album ini adalah ingin memberikan musik yang sangat luas, dan sempurna agar dalam semua pendengar lebih senang mendengar. Bisa dipertemukan dengan banyak kreator-kreator lainnya.”

Dalam konteks Regenerasi Bernyali, Astera adalah band terbaru yang bergabung dan telah menemukan dukungan dalam pengembangan bakat-bakat muda di Bali. Chandra Astera, anggota band tersebut, membagikan, “Selama proses yang sangat berpengaruh, setiap band di sini semakin dipush dan semakin berkomitmen. Membagi waktu kita dll. Sehingga untuk Astera, kami berhasil membuat 20 lagu dalam 1 bulan.” Album mereka, Better Days, memberikan topik yang fleksibel dan memberi ruang bagi eksplorasi tanpa batas, mengatasi rasa takut akan ekspektasi yang belum teruji.

Bam dari Soulfood menyatakan bahwa nama lagu mereka “Amesigenalew” diambil dari bahasa Amarik yang artinya ucapan terima kasih. Lagu ini didedikasikan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung perjalanan Soulfood. Dengan semangat dan tekad kuat, Soulfood berhasil maju berkat bantuan banyak orang. Bam juga berbagi, “Kita cuma punya nyali, tetapi uang gak punya. Stepnya jelas selalu dipaksa untuk selalu siap dan presisi. Karena mental musisi biasanya pemalas, jadi Regenerasi Bernyali sangat bermanfaat untuk teman-teman Soulfood untuk berkembang kembali tentang pengetahuan dan keterampilan.”

Baca juga :  Akan Ada Tiga Panggung di SHVR Ground Festival 2018

Sejak tahun 2017, Dadang SH Pranoto si Pohon Tua dan Mas Goen telah menyisihkan tabungan untuk mendukung band-band di bawah Pohon Tua Creatorium (PTC). Pendekatan sederhana ini membantu para musisi berkembang dan belajar mengelola band mereka sendiri, serta menghargai disiplin dan waktu. Dalam mengembangkan para musisi ini, Dadang berharap dapat mengisi celah yang ada selama 20 tahun dalam menghasilkan musisi berbakat di Bali.

Rudolf Dethu juga membagikan pandangannya terkait dampak pandemi. Ia menemukan sisi positif di mana para musisi dapat berkumpul dan saling mendukung di tengah banyak waktu luang. Regenerasi Bernyali dan PTC, menurut pria yang akrab disapa Dethu ini, dapat berperan lebih baik dalam memberi dukungan kepada band-band indie di Bali.

Kesimpulannya, Regenerasi Bernyali bukan hanya sekadar program biasa, tetapi sebuah konsep besar yang membentuk fondasi untuk berbicara tentang musik, manajemen, platform, dan kolaborasi. Dukungan dari IM3 melalui program Collabonation menjadi bukti keseriusan dalam membawa perubahan positif bagi para musisi muda. Dalam karyanya, setiap musisi memiliki dukungan dari para kreator dan konten-konten yang ada, serta aspirasi untuk memperluas jangkauan musik mereka.

Seiring waktu, program ini berpotensi untuk berkelanjutan dan memberikan model kerja yang dapat diikuti oleh siapa pun. Musik adalah bahasa universal, dan melalui Regenerasi Bernyali, , semangat untuk menghasilkan karya berkualitas dan profesional semakin menyebar ke seluruh lapisan komunitas musik di Bali.

Baca juga :  Display GS Gita Jala Taruna AAL Pukau Masyarakat Sabang

Dengan adanya perhatian terhadap manajemen, pemasaran, dan pengetahuan teknis dalam rekaman, para musisi tidak hanya menjadi seniman kreatif, tetapi juga menjadi pengelola yang lebih komprehensif terhadap karya mereka.

Dadang SH Pranoto, yang telah memainkan peran kunci dalam Regenerasi Bernyali, mengungkapkan, “Program ini tidak hanya tentang musik, tetapi juga tentang membangun pondasi yang kuat bagi para musisi muda untuk tumbuh dan berkembang di industri yang kompetitif. Kami memiliki visi untuk melampaui batas-batas yang ada dan memungkinkan musik-musik mereka dimainkan di manapun.”

Dalam melibatkan para mentor dan berbagai elemen dari industri musik, seperti manajemen, pemasaran, dan teknis rekaman, Regenerasi Bernyali telah berhasil menciptakan pandangan holistik bagi para musisi. Ini bukan hanya tentang menciptakan lagu-lagu, tetapi juga tentang membawa karya-karya tersebut ke dunia dengan profesionalisme yang lebih tinggi.

Sementara Regenerasi Bernyali mungkin hanya dimulai sebagai program, dampak yang dihasilkan jauh lebih besar daripada yang bisa diukur dalam waktu singkat. Program ini mendorong pertumbuhan komunitas musik di Bali, memberikan ruang bagi bakat-bakat muda untuk bersinar, dan membangun kolaborasi yang kuat di antara sesama musisi.

Sebagai titik puncak dari semua perjalanan ini, Showcase yang diadakan pada 13 Agustus 2023 adalah penegasan bahwa semangat berkarya dan pengembangan musik tidak pernah berhenti. Showcase ini tidak hanya merayakan pencapaian para musisi muda, tetapi juga menjadi titik awal bagi masa depan yang penuh harapan dalam industri musik Bali. Dengan demikian, semoga semakin banyak musisi muda yang terinspirasi dan bergabung dalam perjalanan menuju pertumbuhan dan kesuksesan dalam industri musik Indonesia.**

Facebook Comments

About Post Author