Lomba Gebogan KBS Festival Gencarkan Penggunaan Buah Lokal

217

SINGARAJA, The East Indonesia – Sebagai pelestarian buah dan sayuran lokal Bali, Pemerintah Provinsi Bali menggelar Lomba Gebogan yang mengikutsertakan perwakilan dari masing-masing Kabupaten Kota Se-Bali serangkaian kegiatan Kolaborasi Bali Era Baru Smart (KBS) Festival Tahun 2023, bertempat di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Selasa (15/8).

Kegiatan lomba gebogan ini masuk dalam kategori kreasi dengan tujuan mengenalkan dan menggencarkan penggunaan Buah dan Sayuran Lokal dalam pembuatan gebogan baik dalam acara adat maupun festival.

Adapun kriteria yang akan dinilai dari Dewan Juri yaitu kreativitas, jenis bahan, seninya, keserasian bentuk dan warna, dan hasil akhir yang mana tanpa mengurangi makna dari gebogan yang mengusung filosofi tri angga.

Baca juga :  Gubernur Koster Dorong Kembangkan Industri Berbasis Keunggulan Lokal

Untuk diketahui, raihan dari Juara Lomba Gebogan pada hari ini yaitu Juara 3 diraih oleh Kabupaten Buleleng, Juara 2 diraih oleh Kabupaten Karangasem, dan Juara 1 diraih oleh Kota Denpasar.

Ditemui disela kegiatan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengatakan Lomba Gebogan ini merupakan kegiatan merangkai Buah dan Sayuran Lokal Bali yang ditampilkan sehingga menarik.

Tidak hanya itu, Gebogan sendiri dalam kehidupan bermasyarakat biasanya digunakan pada upacara agama dan masyarakat harus membiasakan mengonsumsi buah lokal agar petani kita tertarik untuk melakukan penanaman buah lokal bali dan membuat buah lokal eksis kembali dan menggerakkan ekonomi daerah utamanya di sektor pertanian.

“Kegiatan Lomba Gebogan dalam rangka KBS Festival ini harapannya dapat mendukung sektor pertanian lokal kita. Jadi, ayo Masyarakat Bali mari kita mulai untuk menggunakan buah lokal yang sehat dan organik sebagai sarana gebogan,”tegasnya.

Baca juga :  Panen Raya, Penebaran Benih dan Penyerahan Bibit Tanaman di Koarmada II, Mendukung Program Ketahanan Pangan, Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

Terpisah, salah satu juri Lomba Gebogan, Ida Ayu Made Diastini menjelaskan teknis penilaian Lomba kali ini yaitu terdiri dari penggunaan buah dan sayur lokal tidak boleh di poles, estetika cara penyusunan warna harus berlandaskan tri angga atau tiga tingkatan, harus memakai semat, dan tinggi dari Gebogan dihitung dari dulang sampai ujung atas harus satu meter.

“Inilah tujuan dari Pemprov Bali, mudah – mudahan rutin digelar setiap tahun agar produk lokal Bali bisa eksis dan diketahui masyarakat luas,”jelasnya.

Pihaknya berharap melalui Lomba ini peserta dapat melanjutkan, menularkan ke desanya masing-masing, dan mengenalkan penggunaan buah lokal.

Sementara itu, Ketut budartini dan luh dewi menjelaskan kebanggaannya bisa mewakili Buleleng dalam Lomba Gebogan dan senang mendapatkan Juara Ketiga dengan tantangan yang di hadapinya harus mengerjakan Gebogan selama satu jam yang biasanya pada lomba sebelumnya dikerjakan selama dua jam.

Baca juga :  Pemprov Bali Kerahkan ASN untuk Serap Hasil Pertanian Lokal di arena Pasar Pangan Murah

“Kami sangat senang dengan raihan juara 3 ini semoga kedepan bisa lebih baik lagi,”tutupnya.***wismaya

Facebook Comments

About Post Author