Sunday, February 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bekali Napi di Batas RI-RDTL Terampil Bertani, Lapas Atambua Teken MoU Dengan Pemda Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua melakukan MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.

Perjanjian kerja sama (MoU) ini dilakukan terkait dengan pendampingan teknis dan pelatihan budidaya pertanian bagi Narapidana (napi) atau bisa dikenal Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) tentang pendampingan teknis & pelatihan budidaya pertanian bagi WBP Lapas Atambua ini dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Edwar Hadi dan Kadis Pertanian & Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu.

Penandatangan MoU dilaksanakan di Aula Lapas Atambua, Senin pagi (04/09/2023) ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerja sama Nomor : PAS-22.HH.05.05 tahun 2020 dan Nomor 05/PKS/B/10/2020 tentang Dukungan Sarana dan Prasarana Pertanian Dalam Rangka Peningkatan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Atambua, Edwar Hadi kepada media The East Indonesia menyampaikan bahwa penandatanganan MoU bertujuan untuk mewujudkan hubungan kerja yang efektif dan efisien serta saling bersinergi memberikan pembinaan yang maksimal bagi Warga Binaan yang telah diasimilasikan diluar tembok Lapas.

Kerjasama ini, Edwar Hadi harapkan membantu narapidana di Lapas Atambua untuk reintegrasi ke masyarakat setelah pembebasan.

“Warga Binaan akan dilatih oleh instruktur bersertifikat dan tenaga pelatih berkompeten di bidang pertanian sehingga diharapkan memiliki keterampilan yang baik dan mampu untuk mempersiapkan mereka ketika bebas dapat mencari kerja atau berwirausaha secara mandiri,” pungkasnya.

Kalapas Atambua juga berharap agar Dinas Pertanian Kabupaten Belu dapat memberikan dukungan teknis seperti pemilihan tanaman yang tepat dan pemeliharaan yang efektif pertanian tersebut.

“Kami berterimakasih atas kerjasama ini. Semoga tujuan kita untuk bekali keterampilan pertanian bagi narapidana di Lapas Atambua bisa berjalan baik,” tutur Edwar Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Belu, Gerardus Mbulu memberikan apresiasi atas kerjasama yang dilakukan tersebut dimana dirinya menilai bahwa hal ini merupakan langkah positif untuk memberikan keterampilan baru kepada para napi, membantu mereka berkontribusi pada masyarakat, dan mengurangi peluang kembali ke dunia kejahatan setelah mereka bebas.

Selanjutnya, Gerardus juga menambahkan bahwa dalam pelatihan kerja tersebut Warga Binaan akan didampingi, diarahkan dan dilatih urusan pertanian terkait pemeliharaan tanaman, perawatan dan teknik-teknik pertanian yang baik.

Usai acara penandatanganan MoU, Kalapas Atambua, Edwar Hadi berkesempatan mengajak Kadis Gerardus Mbulu dan jajarannya meninjau langsung Sarana Asimilasi & Edukasi (SAE) Lapas Atambua, antara lain pertanian, perkebunan serta peternakan ayam dan ikan. (Ronny)

Popular Articles