ATAMBUA, The East Indonesia – Turnamen Bupati Belu Cup 2023 resmi dibuka dan dilaksanakan di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua pada Senin 30 Oktober 2023.
Match-match penyisihan grup Bupati Belu Cup 2023 pun berlangsung dengan aman, lancar dan menghibur masyarakat Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.
Namun suasana tersebut berubah saat pertandingan antar Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Raihat.
Awal babak pertama, kecamatan Raihat langsung menggemparkan gawang Tasifeto Timur lewat tendangan pinalti.
Raihat yang hanya butuh hasil seri untuk lolos ke 8 besar pun sangat menikmati pertandingan tersebut.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh tim sepakbola Tasifeto Timur namun belum saja membuahkan hasil.
Kericuhan itu datang saat wasit meniup pelanggaran dekat area kotak pinalti. Sang eksekutor dari tim Tasifeto Timur pun melumatkan bola ke arah gawang Raihat lalu terjadi kemulut dan terciptalah gol.
Kedudukan berubah 1 : 1 dan para pemain Tasifeto Timur melakukan selebrasi. Saat baru saja melakukan selebrasi, terlihat striker Tasifeto Timur, Emanuel Kefi diduga memukul salah satu pemain Raihat dan Eman Kefi pun langsung berlari kearah bench Tasifeto Timur.
Tidak puas temannya dipukul hingga terlentang di tanah, beberapa pemain Raihat berlari ke Eman Kefi yang sudah mendekati bench Tasifeto Timur. Disitulah terjadi kericuhan dan saling pukul antar pemain dan terlihat suporter di area Bench Tasifeto Timur pun ikut memukul pemain.
Untungnya aparat keamanan TNI-POLRI dengan sigap langsung mengamankan situasi sehingga pertandingan yang sempat terhenti beberapa menit tersebut disepakati dua tim masuk ke lapangan pertandingan dan wasit langsung meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pecinta bola, Serfasius Serbaya Manek, SE.,SH.,M.H.,CTL yang ikut menonton jalannya pertandingan sejak awal mengungkapkan bahwa turnamen Bupati Belu Cup 2023 yang diinisiasi oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin pada prinsipnya sangat menghibur masyarakat dan sebagai ajang untuk menumbuhkembangkan bakat anak-anak muda dalam bidang sepak bola.
“Terima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh aparat pemerintahan Kabupaten Belu yang telah menyelenggarakan turnamen Bupati Belu Cup. Ini sebagai hiburan bagi masyarakat sekaligus kanal bagi pemuda-pemuda Belu didalam menyalurkan bakatnya. Kita sangat mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan turnamen sepakbola Bupati Belu Cup 2023,” imbuhnya.
Serfasius Serbaya Manek menjelaskan bahwa wasit memiliki peran sebagai penegak keadilan di lapangan agar permainan berjalan dengan adil, lancar, dan terbebas dari kecurangan.
Akan tetapi menonton pertandingan antara tim Tasifeto Timur dan Raihat, Serfas Manek menilai wasit sedikit menggeser nilai menghibur dan edukasi yang tidak profesional dalam memimpin pertandingan.
“Sebagai masyarakat, kita mengkritik keras bahwa sajian tontonan oleh tim dari setiap kecamatan diduga dinodai oleh perilaku wasit yang tidak fair,” tuturnya.
Ditambahkan,”Karena itu kita minta kepada pak Bupati bersama KONI dan Askab Kabupaten Belu agar segera melakukan evaluasi kinerja wasit dan memecat oknum wasit yang hari ini memimpin pertandingan antara Kecamatan Raihat melawan Kecamatan Tastim. Keputusan yang sering diambil sangat mencederai keberlangsungan pertandingan.”
Serfas Manek yang adalah seorang pengacara di Jakarta ini menilai kedua tim bermain sangat bagus, sangat atraktif, sangat menghibur dan sangat sportif. Akan tetapi kembali ditegaskan keputusan-keputusan wasit-lah yang merugikan salah satu tim menjadi pemicu konflik.
“Ini tidak baik, bahkan ini menodai apa yang sudah diinisiasi oleh pak Bupati bersama Pemda Belu. Karena itu, kami sebagai masyarakat dan juga pemerhati bola, kami minta agar turnamen ke depan dapat berjalan fair, objektif, dan menghibur, maka kami minta kepada Pak Bupati bersama KONI dan Askab Kabupaten Belu untuk segera memecat wasit yang hari ini memimpin. Keputusan-keputusan yang dibuat sangat memicu kerusuhan antar tim,” ujarnya.
Serfasius Serbaya Manek menuturkan bahwa permintaan ini dilakukan sebagai kontrol publik terhadap turnamen Bupati Belu Cup dan umumnya olahraga agar perilaku wasit jangan sampai mencoreng semangat Pemerintah Daerah dalam perkembangan olahraga di Kabupaten Belu. (Ronny)


