ATAMBUA, The East Indonesia – Insiden kecil terjadi saat laga penyisihan grup antara Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Raihat pada Jumat 3 November 2023 di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua.
Pada menit-menit awal babak pertama, kecamatan Raihat langsung menggemparkan gawang Tasifeto Timur lewat tendangan pinalti dan skor menjadi 1 : 0.
Raihat yang hanya butuh hasil seri untuk lolos ke 8 besar pun sangat menikmati pertandingan tersebut.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh tim sepakbola Tasifeto Timur namun belum saja membuahkan hasil.
Kericuhan itu datang saat wasit meniup pelanggaran dekat area kotak pinalti. Sang eksekutor dari tim Tasifeto Timur pun melumatkan bola ke arah gawang Raihat lalu terjadi kemulut dan terciptalah gol.
Kedudukan berubah 1 : 1 dan para pemain Tasifeto Timur melakukan selebrasi. Saat baru saja melakukan selebrasi, terlihat striker Tasifeto Timur, Emanuel Kefi diduga memukul salah satu pemain Raihat dan Eman Kefi pun langsung berlari kearah bench Tasifeto Timur.
Tidak puas temannya dipukul hingga terlentang di tanah, beberapa pemain Raihat berlari ke Eman Kefi yang sudah mendekati bench Tasifeto Timur. Disitulah terjadi kericuhan dan saling pukul antar pemain dan terlihat suporter di area Bench Tasifeto Timur pun ikut memukul pemain.
Untungnya aparat keamanan TNI-POLRI dengan sigap langsung mengamankan situasi dan kondisi saat itu.
Dalam kejadian yang tidak berlangsung lama tersebut tidak ada korban jiwa dan pertandingan pun berhasil dilanjutkan kembali dan diselesaikan dengan baik oleh kedua kesebelasan.
Atas kejadian itu, Kepolisian Resort Belu mengundang pihak Panitia dan Askab Belu untuk berkoordinasi dan melakukan evaluasi di Aula Polres Belu, Sabtu 04 November 2023.
Hasil evaluasi tersebut, Polres Belu memutuskan untuk langsung mencabut izin keramaian pelaksanaan turnamen Bupati Belu Cup 2023 tanpa memberikan alternatif lapangan yang bisa digunakan sesuai standar keamanan seperti Stadion Haliwen.
Disaat bersamaan, evaluasi di Polres Belu tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Pemda Belu yang juga sedang melakukan evaluasi menyeluruh bersama Panitia, Wasit dan 12 Camat di Ruang Kerja Bupati Belu.
Penanggung jawab Turnamen Bupati Belu Cup 2023, Drs. Antonius Suri menjelaskan bahwa berdasarkan surat resmi dari Kapolres Belu yang ditandatangani oleh Kasat Intelkam Polres Belu tentang pemberitahuan pencabutan surat izin keramaian pelaksanaan turnamen Bupati Cup tahun 2023, turnamen sepakbola Bupati Belu Cup 2023 pun secara otomatis dihentikan.
“Alasan pencabutan izin keramaian tersebut karena ada sedikit kekacauan pertandingan kemarin antara Kecamatan Tasifeto Timur dan Kecamatan Raihat. Pihak kepolisian menilai bahwa Belu tidak kondusif dan tidak aman kalau menyelenggarakan turnamen Bupati Belu Cup tahun 2023,” ujarnya.
Ditambahkan, “kalau izin keramaian sudah dicabut maka otomatis Pemda Belu dalam hal ini panitia tidak bisa menyelenggarakan turnamen Bupati Belu Cup 2023 dengan alasan tidak ada jaminan keamanan lagi untuk turnamen ini.”
Alasan lain pencabutan surat izin keramaian pelaksanaan turnamen Bupati Cup tahun 2023 oleh Kepolisian Resort Belu yakni dengan mempertimbangkan faktor keamanan dimana seluruh wilayah NKRI sedang dalam proses tahapan Pemilu tahapan pencalonan Presiden dan Wakil Presiden serta memasuki masa kampanye pada tanggal 28 November 2023.
Penanggung jawab Turnamen Bupati Belu Cup tahun 2023 mengatakan bahwa atas pencabutan izin keramaian tersebut, Bupati Belu bersama Sekda Belu, Panitia, Wasit dan 12 Camat dalam melaksanakan evaluasi telah memutuskan untuk memberhentikan turnamen sepakbola Bupati Belu Cup tahun 2023.
“Kami selaku panitia tetap menghendaki untuk melanjutkan turnamen sepakbola Bupati Belu Cup ini. Tetapi karena sudah ada pencabutan surat izin keramaian oleh Polres Belu, maka kita loyal terhadap aturan hukum yang diterapkan,” ujar Anton Suri. (Ronny)


