Saturday, March 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bali Tetap Minta Pilot Projects Wolbachia Ditunda sampai dengan Batas Waktu yang tidak Ditentukan

DENPASAR, The East Indonesia – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom meminta agar pilot projects penyebaran telur nyamuk Wolbachia yang seyogyanya dilakukan di Bali yakni Denpasar dan Singaraja agar ditunda sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. “Kita tidak menolak, tetapi kita hanya minta untuk menunda, sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan karena ada pro dan kontra di Bali sebagai destinasi wisata. Kami minta tim ahli agar sosialisasi secara masif, bukan hanya di Denpasar dan Buleleng tetapi ke seluruh Bali. Banyak kabupaten lain yang belum sosialisasi dan ini menimbulkan pro dan kontra.

Denpasar dan Buleleng sudah 90% setuju. Kalau kami menolak bagaimana dengan masyarakat yang setuju, kalau kami setuju bagaimana dengan masyarakat yang menolak. Makanya harus dijelaskan secara masif apa itu Wolbachia, bagaimana cara kerjanya, dan seterusnya. Jadi kami minta agar ditunda karena terjadi pro dan kontra tersebut, ini semua adalah rakyat Bali dan kami sebagai pemerintah harus menghormati semuanya,” ujarnya, Jumat (24/11/2023).

Menurut Gede Anom, Bali juga meminta kajian secara ilmiah dari beberapa pakar dalam negeri, dari berbagai kampus, dari para ahli. Kajian itu ingin menunjukkan apakah Wolbachia itu baik atau buruk, bagaimana hasilnya bagi daerah yang sudah menerapkannya. “Ahli dari Indonesia saja, tidak perlu ahli dari luar negeri. Sebab ada juga kajian dari beberapa pakar yang mengatakan jika program ini sebaiknya ditunda dulu. Artinya kami ingin agar ahli-ahli itu buat kajian yang sama, apakah baik atau buruk, dan mereka mencapai kesepakatan bahwa Wolbachia itu baik atau sebaliknya buruk,” ujarnya.

Bila ingin segera diberlakukan, maka Bali juga menunggu SK resmi dari Kemenkes soal proyek Wolbachia ini. Di 5 kota yang sudah diujicobakan yakni Jakarta, Bandung, Bontang, Semarang dan Kupang, sudah memiliki SK resmi dari Kemenkes.

“Kalau mau diterapkan di Bali, silahkan harus ada SK Menkes secara resmi. SK itu harus berdasarkan kajian ilmiah yang bisa diterima publik. Perlakukan Bali sama seperti daerah lainnya di Indonesia. Karena terjadi pro dan kontra seperti ini maka kami minta agar ujicoba di Bali ditunda dulu sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Karena banyak pertimbangan dengan pariwisata. Kapan diterapkan, tunggu semua syarat dipenuhi mulai dari kajian, sosialisasi, legalitas dan seterusnya,” ujarnya.

Hal ini cukup beralasan karena Wolbachia itu makluk hidup. Bukan seperti vaksin yang bisa dihentikan. Kalau ini makluk hidup maka dia akan terus berkembang dan sulit untuk dikendalikan. Ia juga membantah jika ribuan telur nyamuk Wolbachia itu ada Lovina. Petugas sudah sidak dan sudah musnahkan telur nyamuk Wolbachia itu.*Arnold Dhae

Popular Articles