Sunday, February 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemkab Bersinergi Lakukan Penghijauan di Lamtoromil-Lamaknen, Sekda JAP : Kita Terus Bergerak Merawat Alam Rai Belu

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu bersama pihak Keuskupan Atambua dan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY melakukan aksi penghijauan di sekitar sekitar lokasi Lamtoromil, Weluli, kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Jumat 19 Januari 2024.

Lokasi Lamtoromil ini sendiri merupakan area rawan longsor dimana disana terdapat ruas jalan Weluli – Fulur yang menghubungkan Kecamatan Lamaknen, Lamaknen Selatan dan sekitarnya.

Jalan di lokasi Lamtoromil sendiri telah mengalami kerusakan yang cukup parah akibat longsoran tanah. Jalan ini bahkan nyaris putus baik di sisi kiri jalan maupun sisi kanan jalan.

Aksi penanaman pohon ini pun dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si bersama para Rohaniwan dan Rohaniwati se-Keuskupan Atambua, ASN Lingkup Pemkab Belu, Dansatgas Pamtas Yonif 742/SYW dan jajaran serta masyarakat sekitar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Keuskupan Atambua ini juga tambah semarak, karena diikuti oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY.

Satuan Pengamanan Perbatasan Yonif 742/SWY ini juga hadir membawa Pupuk Organik 70 plastik dan Pupuk Cair 70 botol yang digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Penanaman aneka jenis pohon, seperti Tranbesi, Ketapang Hutan, Jati Manila, Bambu dan Biji Kapok Hutan ini merupakan strategi pengurangan risiko bencana dengan tujuan memitigasi dan mencegah potensi bahaya tanah longsor di kawasan dengan kemiringan lereng.

Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin disela-sela penanaman mengatakan gerakan menanam yang diinisiasi oleh Keuskupan Atambua ini didukung penuh Pemerintah Kabupaten Belu dan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY.

“Hari ini saya, bersama Pater Vikjen dan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif/742 serta semua yang sama-sama disini melakukan penanaman secara simbolis dilokasi longsor Lamtoromil, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen,” ucap Sekda Belu yang akrab disapa JAP.

Sekda Belu berharap gerakan ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Para Camat, dengan terus melakukan upaya pencegahan dengan menanam pohon dikawasan longsor.

“Sesuai penyampaian Pater Vikjen bahwa Gereja mengajak kita untuk merawat bumi dengan tanam, tanam dan tanam. Dan yang tidak kalah penting, kita tanam dan merawatnya agar apa yang kita tanam dapat tumbuh dapat bermanfaat sesuai dengan harapan kita. Karenanya kita akan terus bergerak merawat alam di Rai Belu tercinta,” tutur JAP.

Pada kesempatan itu, Sekda Belu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu memberikan apresiasi dan terimakasih atas keterlibatan rekan-rekan dari TNI dalam kebetulan melaksanakan Tugas Satgas Pengamanan Perbatasan yang sudah ikut ambil bagian dalam gerakan ini.

“Kolaborasi antara Pemerintah, Gereja, Tokoh Adat dan Unsur TNI membuat kita optimis bahwa gerakan tanam hari ini akan berhasil. Kita harapkan kolaborasi ini dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat Kabupaten Belu terutama Kecamatan Lamaknen dan sekitarnya,” ujar Sekda JAP.

Di samping itu, terkait dengan potensi bencana hidrometeorologi, Sekda JAP menyampaikan bahwa pemerintah pusat lewat BMKG dan didukung BNPB telah mengingatkan seluruh Kawasan untuk memperhatikan dan mencermati informasi-informasi yang dikeluarkan BMKG, terkait cuaca ekstrem.

“Mari kita tingkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya banjir dan longsor, khususnya di masa puncak musim hujan,” pintanya. (Ronny)

Popular Articles