ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terutama siswa-siswi di Kecamatan Tasifeto Timur.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin dan Wabup Belu, Dr. Aloysius Haleserens dalam pembangunan di sektor pendidikan.
Selama kepemimpinan ini, Bupati dan Wakil Bupati Belu telah berkomitmen untuk mengucurkan bantuan beasiswa dan seragam sekolah gratis. Program ini menjadi sebuah gerakan untuk menekan angka putus sekolah, dengan memberikan keringanan kepada orang tua siswa.
Pembagian beasiswa dan seragam sekolah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pendidikan, dengan harapan dapat meningkatkan dan menunjang kualitas pendidikan serta meringankan beban biaya para orang tua siswa di Kabupaten Belu.
“Pendidikan menjadi perioritas dimasa kepemimpinan kami, karena itu merupakan hak dasar masyarakat. Makanya program ini akan terus berlanjut,” kata Wabup Belu, Dr. Aloysius Haleserens saat menyerahkan Bantuan Beasiswa dan Seragam Sekolah dihalaman SDK Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Jumat, (26/01/2024).
Lanjut Wabup Aloysius, bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, diberikan dengan harapan memotivasi para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah.
“Gunakanlah bantuan beasiswa ini dengan baik. Para guru dan orang tua diharapkan terus mendorong dan memotivasi anak-anak agar mereka bisa belajar dengan tekun demi masa depan mereka,” ujar Wabup Belu.
Wakil Bupati Belu juga menekankan kepada para kepala desa untuk ikut memberi perhatian kepada pendidikan anak-anak agar mereka tidak putus sekolah.
“Kita semua memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak kita tidak boleh ada yang putus sekolah. Kalau ada yang drop out dengan berbagai alasan, kita tetap arahkan untuk mengikuti pendidikan luar sekolah berupa paket agar cita-cita mereka dapat terwujud,” imbuh Wabup Alo Haleserens.
Disisi lain, Wakil Bupati Belu menekankan pentingnya memerangi stunting agar anak-anak
mendapatkan pendidikan yang baik hingga mampu berkompetisi dengan anak-anak dari daerah lain.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya menempuh pendidikan sampai SMP. Kalau pendidikan kita seperti itu, apakah kita mampu berkompetisi atau tidak. Oleh karena itu jangan biarkan anak-anak kita putus sekolah dan stunting,” ujar Wabup mengingatkan.
Adapun dalam kunjungan kerja tersebut, dilakukan penyerahan bantuan beasiswa kepada 285 siswa SD, masing-masing senilai Rp. 1.200.000, dan bantuan perlengkapan peserta didik bagi 485 siswa SD dan 123 siswa SMP di Kecamatan Tastim.
Wakil Bupati Belu juga menyerahkan alat semprot hama dan herbisida kepada para petani dan Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada 6 orang penerima, masing-masing atas nama Fransiskus Nahak-Desa Manleten, Cornelis Moruk-Desa Fatubaa, Yustinus Hale-Desa Silawan, Romanus Lau-Desa Umaklaran, Yunus Christo Manek Kin-Desa Halimodok dan Victoria Motu asal Desa Manleten.
Penyerahan santunan jaminan kematian juga diberikanuntuk pekerja rentan, masing-masing atas nama Alexander Fuin-Desa Bauho, Marsel Mau Klai dan Xaverius Mau Pelu-Desa Sadi yang dilanjutkan dengan pemberian kartu pekerja rentan kepada masyarakat Kecamatan Tasifeto Timur.
Sebelumnya dilaporkan, untuk PAUD, pemerintah telah melakukan pengadaan buku paket sekitar 7.700 buku dan telah didistribusikan ke seluruh PAUD di Kabupaten Belu. Untuk SD, bantuan beasiswa telah diberikan kepada 2.614 siswa, masing-masing siswa mendapatkan biaya senilai Rp. 1.200.000 per tahun ditambah seragam sekolah (Merah Putih dan Pramuka), serta bantuan buku tulis sebanyak 6.000 yang dibagikan kepada 3.000 siswa. Setiap anak berhak mendapatkan 2 paket buku tulis. Sementara untuk SMP juga diberikan bantuan berupa seragam sekolah (Putih Biru dan Pramuka) kepada 1.171 siswa di Kabupaten Belu.*Rony


