Sunday, January 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Terkait Pengobatan Gratis, Pemuda Belu : Kami Masyarakat Kecil Takut Minta Bantuan, Kamu yang Berduit Tutup Pintu

ATAMBUA, The East Indonesia – Dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Drs. Aloysius Haleserens, MM resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belu pada tanggal 26 April 2021 yang lalu.

Salah satu program utama yang dikumandangkan oleh dr. Agus Taolin dan Drs. Alo Haleserens saat kampanye adalah pengobatan gratis menggunakan KTP bagi penduduk Kabupaten Belu hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), NIK ataupun Kartu Identitas Anak (KIA).

Tak mau mengecewakan masyarakatnya, Dokter Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens langsung mencanangkan program Pengobatan gratis menggunakan KTP bagi Penduduk Kabupaten Belu, tepatnya di hari ke-90 menjalankan tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Senin (26/07/2022).

Kegiatan pencanangan yang dilakukan di Halaman Puskesmas Haliwen tersebut dihadiri juga oleh Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr; Pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Belu; Kapolres Belu; Dandim 1605/Belu; perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Atambua; perwakilan Kajari Belu; pimpinan dan perwakilan Forkompinda kabupaten Belu; pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu; kepala BPJS Atambua; para pimpinan organisasi perangkat daerah kabupaten Belu; Wakil ketua tim penggerak PKK Kabupaten Belu; tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Belu; serta Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas Kabupaten Belu.

Pengobatan secara gratis untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Belu ini pun mulai berlaku sejak tanggal 1 Agustus 2021 sampai dengan saat ini.

Menjalankan salah satu program utama dari Bupati Belu, dokter Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Doktor Alo Haleserens yang mana dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Belu tersebut ternyata mendapatkan ketidakpuasan dari pihak-pihak tertentu.

Apalagi pada saat ini akan memasuki momen Pilkada 2024, pihak-pihak tertentu dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya mulai membangun opini liar dimana salah satu menghasut masyarakat untuk menolak program pengobatan gratis yang dijalankan oleh Pemerintahan saat ini yang dipimpin Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wabup Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM.

Menanggapi apa yang sedang terjadi di kalangan masyarakat, pemuda asal
Kecamatan Lasiolat, Merkurius Mura (27) pada Sabtu 16 Maret 2024 meminta kepada pihak yang memiliki kepentingan pribadi dan kelompok dalam Pilkada 2024 untuk tidak menghasut masyarakat kecil menolak untuk tidak ada lagi pengobatan gratis.

Dirinya pun meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan pihak atau orang-orang yang berusaha menghilangkan program pengobatan gratis karena ada kekhwatiran mendalam dari hati masyarakat kecil adalah tidak mampu membayar biaya pengobatan baik di Puskesmas ataupun Rumah Sakit yang nantinya akan berakibat lagi pada istilah “orang miskin dilarang sakit”.

“Kamu tidak usah hasut kami masyarakat untuk nanti tidak ada lagi program pengobatan gratis seperti yang kami nikmati selama Kepemimpinan Bapak Bupati Dokter Agustinus Taolin ini. Kamu yang ada uang di Atambua dan di Belu sini ada berapa banyak? Jangan sampai saat program ini tidak ada lagi, kami masyarakat kecil kekurangan biaya dan minta bantuan, kamu tutup pintu rumah, kasih naik kaca mobil, HP nonaktif bahkan blokir kami pun nomor,” tutur Pemuda Belu ini.

Menurutnya pihak yang menolak ataupun keinginan menghilangkan program pengobatan gratis demi kepentingan pribadi dan kelompok berarti juga harus bisa menyiapkan program sebanding lainnya bagi masyarakat.

“Program pengobatan gratis dari Bapak Bupati Agustinus Taolin ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat. Mungkin kamu yang ada uang tidak butuh, tapi kami masyarakat kecil sangat butuh program ini,” pungkas Merkurius Mura.

Pemuda asal Lasiolat ini berharap agar program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu ini bisa terus berlanjut sehingga salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu biaya kesehatan ini tidak perlu menjadi sesuatu yang ditakutkan oleh masyarakat. (Ronny)

Popular Articles