Koster Tepati Janji Bawa dan Bagikan 1500 Bola bagi Ribuan Siswa yang Ikut dalam BGF

41

DENPASAR, Tteh East Indonesia – Janji Wayan Koster untuk membawa dan membagikan bola bagi ribuan siswa usia TK sampai SD yang sedang mengikuti Bali Grassroots Festival (BGF) di GOR Ngurah Rai Bali ternyata ditepati. Sebab, sebelumnya Koster berjanji akan memberikan bola kepada seluruh peserta yang hadir dalam BGF yang jumlahnya lebih dari 1500 orang tersebut. Tiba di GOR Ngurah Rai, pria asal Buleleng ini langsung menyalami ratusan anak-anak dan ibu-ibu yang sudah memenuhi tribun GOR Ngurah Rai. Setelah sempat naik ke tribun VIP GOR Ngurah Rai, Koster akhirnya turun langsung ke lapangan karena sudah ditunggu ribuan anak usia TK-SD yang saat itu sudah merekam janji Koster yang akan membagikan bola satu-persatu.

Baca juga :  Lolos ke Final, Siman Berlaga Lawan Juara Dunia

Setelah tiba di lapangan, Koster naik ke stage yang langsung dikerumuni anak-anak untuk sekedar bersalaman. Mantan anggota DPR RI tiga periode itu sangat tekun dan telaten menyalami semua anak yang hadir. Setelah itu Koster langsung membagikan bola kepada semua peserta yang hadir. Selama itu pula tidak ada satu katapun yang keluar dari Koster. Ia fokus melayani anak-anak yang berdatangan memeluk dan mencium tangannya. Ia hanya sibuk melayani ratusan orang tua siswa yang meminta untuk foto bareng. Mereka berdesakan untuk mendekati Koster berfoto bersama. Banyak orang tua siswa yang meminta Koster untuk foto bersama anaknya.

Ketua Panitia BGF 2024 Wery Sulasmiaty mengatakan, seluruh panitia mengucapkan terima kasih kepada Wayan Koster yang telah mendukung pembinaan sepakbola untuk anak-anak usia dini di Bali. Ia meminta agar event seperti bisa digelar secara rutin di Bali. Tujuannya adalah agar Bali bisa mencetak bibit sepakbola sejak usia dini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wayan Koster yang telah membantu memberikan bola kepada anak-anak yang mengikuti BGF 2024 sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar. Kami melihat baik anak-anak maupun orang tua dan para pelatih sangat antusias dalam mengikuti BGF ini. Semoga ke depannya bisa menjadi agenda rutin bagi pembinaan sepakbola Bali. Sebab kita harus mulai bina sejak usia dini. Kita harus bina dari bibit baru panen di usia dewasa,” ujarnya.*Arnold

Facebook Comments

About Post Author