Thursday, January 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Resmikan Wisata Edukasi Perbatasan dan Balai Ecobrick di Pos Turiskain Batas RI-RDTL, Wabup Belu Beri Apresiasi dan Harapkan Hal Ini !

ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Bupati Belu, Doktor Aloysius Haleserens meresmikan Wisata Edukasi Perbatasan di Pos Batas Turiskain Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Bataliyon Infantri 742/Satya Wira Yudha (SWY), pada Kamis, 20 Juni 2024.

Turut mendampingi Wakil Bupati Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY, Letkol Inf Trijuang Danarjati, S.A.P dan hadir pula Wakapolres Belu, Kelapa BNN Atambua, Pimpinan Bea Cukai Atambua, Kelapa PLBN Motaain, perwakilan Dandim 1605 Belu, perwakilan Imigrasi dan para perwira Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY serta beberapa Pimpinan OPD Belu.

Dalam rangkaian acara tersebut terlebih dahulu Wakil Bupati Belu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY dan tamu undangan melakukan Peninjauan giat sosialisasi Ecobrick kepada Pok PKK.

Selanjutnya langsung dilakukan peresmian balai ecobrick di Pos Batas Turiskain dan diikuti peninjauan Produk unggulan dari prajurit 742/SWY, peninjauan Uma Pupuk, Giat peninjauan Balai Ecobrick.

Pada kesempatan tersebut, para prajurit TNI Yonif 742/SWY juga memberikan study Tour kepada ratusan anak sekolah di Perbatasan Negara RI-RDTL tentang pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick, pembuatan pupuk cair, pembuatan arang dari kemiri yang bisa dipasarkan ke luar negeri, lukisan pada bidang papan kayu hingga pengelolaan makanan lokal.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penanaman pohon di sekitar Pos Batas Turiskain dan peninjauan spot tulisan Turiskain yang dipampang di sungai yang merupakan perbatasan langsung Negara Indonesia dan Timor Leste.

Wakil Bupati Belu, Doktor Aloysius Haleserens dalam sempat wawancara dengan media The East Indonesia memberikan apresiasi kepada Dansatgas dan personil Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonif 742/SWY yang telah melakukan berbagai kreativitas dan mengedukasi masyarakat termasuk pelajar di sekitar Perbatasan Negara RI-RDTL.

“Hari ini kita bersama Dansatgas Pamtas bersama seluruh prajuritnya bersama Polres Belu, BNN dan para tamu undangan bersama-sama meresmikan wisata edukasi dan balai ecobrick di Turiskain, Kecamatan Raihat,” pungkasnya.

Ditambahkan, “Ini kita jadikan sebagai pilot project untuk kita terapkan di seluruh tingkatan, mulai dari RT RW sampai ke Kecamatan dan sekolah-sekolah sehingga kita pastikan tidak ada lagi sampah-sampah plastik, dedaunan dan sejenisnya yang bertabaran di mana-mana.”

Diungkapkan oleh Wakil Bupati Belu bahwa ternyata sampah plastik dan bahan lokal yang ada di sekitar lingkungan bisa disiasati, di rubah model, bentuk dan lainnya sehingga akhirnya bernilai ekonomis bagi masyarakat.

“Teman-teman kita dari TNI dan Polri memiliki kemampuan, keterampilan, keahlian yang bisa ditularkan ke masyarakat berhubungan dengan UMKM. Bahan yang selama ini ada di sekitar kita namun kita lupa atau belum tahu cara mengolah sehingga bisa bernilai ekonomi. Karena itu kita butuh teman-teman TNI-Polri bisa memfasilitasi masyarakat kita untuk bisa menerapkan di rumah tangga dan kelompok kerja masing-masing,” tutur Wabup Aloysius Haleserens.

Terkait dengan pangan lokal yang diolah, Wakil Bupati Belu mengatakan bahwa sudah dikomunikasikan dengan dinas terkait agar apapun jenis UMKM yang dilakukan bisa dikoordinasikan dengan balai POM agar secara higienis dan medis bisa memberikan keamanan bagi konsumsi umum masyarakat dan dipasarkan secara luas.

“Kita juga harapkan agar teman-teman dari TNI bisa berkenan melatih kelompok-kelompok UMKM di sekitar Perbatasan Negara agar bisa menjadi produk unggulan,” pinta Doktor Aloysius Haleserens. (Ronny)

Popular Articles