Saturday, February 7, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jaga Ekosistem Melalui Gerakan Peduli Pulau Menjangan

SINGÀRAJA, The East Indonesia – Yayasan Marajingga Bangkit Sejahtera menggelar kegiatan “Gerakan Peduli Pelestarian Pulau Menjangan” pada Minggu, (23/06) di Teluk Menjangan wilayah Taman Nasional Bali Barat.

Ketua Yayasan Marajingga Bangkit Sejahtera Made Sukawardika mengatakan, sebagai komunitas masyarakat di Buleleng berusaha untuk mengantisipasi dan menghindari penyesalan di masa depan jika Pulau Menjangan hancur akibat tekanan ekonomi yang berlebihan.

Dalam kegiatan itu, Yayasan Marajingga bekerja sama dengan Komisi IV yang membawahi bidang lingkungan hidup untuk mengembangkan kawasan ini menjadi wisata ekologi.

“ Dengan gerakan ini mudah-mudahan ini jadi gerakan masif terhadap kepedulian pulau menjangan,”katanya.

Ditempat yang sama, Penjabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Wiwin Arpiyanto, menjelaskan, berbagai upaya konservasi akan dilakukan di Pulau Menjangan. Salah satu langkahnya adalah pembinaan habitat dengan menghilangkan spesies tumbuhan yang bukan asli yang dapat mengganggu hewan Rusa di Pulau menjangan. Selain itu, kegiatan di perairan yang menjadi ancaman terhadap karang juga menjadi fokus utama.

“Secara ekologi, kondisi Pulau Menjangan masih baik. Tapi kita harus menjaga agar tidak terjadi degradasi yang dapat mengganggu habitat secara luas,”jelasnya.

Upaya pelestarian ini, kata Apriyanto bertujuan menjaga ekosistem baik di laut maupun darat. Diharapakan di pulau Menjangan agar tetap berfungsi sebagai lokasi yang cocok untuk berkembang biak satwa rusa. Selian itu, laut di sekitar pulau Menjangan tidak rusak dan tercemar.

“Kami membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dan desa penyangga untuk pelestarian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Selaku Narasumber, dr. Ketut Putra Sedana, menegaskan pentingnya kesamaan visi dalam menjaga lingkungan. Pulau Menjangan dianggap sebagai aset berharga yang perlu dilestarikan untuk membangkitkan pariwisata, baik ekologi, alam, maupun spiritual.

Pria yang akrab disapa Dokter caput ini menekankan, Gerakan ini tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi akan berlanjut dengan tindakan nyata.

“Kita harus berkomitmen bersama TNBB dan Yayasan untuk melestarikan alam ini serta mengantisipasi dampak perubahan iklim,”tandasnya.*Wismaya

Popular Articles