ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wabup Belu, Dr. Aloysius Haleserens melalui kebijakannya menganggarkan dana melalui Dinas Koperasi dan Nakertrans Kabupaten Belu menyelenggarakan pelatihan kerja dan produktivitas Tenaga Kerja di Kabupaten Belu melalui pelaksanaan pelatihan menjahit berdasarkan unit kompetensi tahun 2024.
Kegiatan bagi 40 muda-mudi ini dilakukan dalam dua tahap yang mana 20 orang angkatan pertama telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni sampai dengan 26 Juni 2024.
Acara penutupan pelaksanaan pelatihan menjahit berdasarkan unit kompetensi bagi angkatan pertama ini dilakukan oleh Ketua Dekranasda Belu, Dra. Freny Sumantri Taolin bersama Kadis Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang, SP, MM yang berlangsung di Hotel Paradiso Atambua, pada Rabu sore, 26 Juni 2024.
Hadir juga dalam acara penutupan tersebut, PLT Kadis Koperasi dan Nakertrans Belu, Jules C. C. M.A Ando, SE bersama jajarannya serta para peserta pelatihan.
Pada kegiatan penutupan pelatihan menjahit, Graceana Inggrid P. Bone mewakili para peserta angkatan pertama mengucapkan terimakasih kepada Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM; Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens; dan Ketua Dekranasda Belu, Dra. Freny Sumantri Taolin.
“Pada kesempatan ini saya mewakili teman-teman mengucapkan banyak terima kasih yang pertama kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati Belu dan Ibu Ketua Dekranasda Belu yang sudah berusaha memberikan modal berupa dana untuk melaksanakan kegiatan pelatihan di Kabupaten Belu,” ucapnya.
Secara khusus juga, para peserta angkatan pertama ini memberikan ucapan terimakasih kepada Dinas Koperasi dan Nakertrans Kabupaten Belu dan para instruktur.
“Dari tempat ini, kami sampaikan juga terimakasih juga kepada bapak Kadis beserta jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelatihan. Terima kasih juga buat kedua instruktur yang telah bersusah payah dengan tekun membimbing dan melatih kami selama ini,” urainya.
Graceana Inggrid mengungkapkan bahwa usai pelatihan ini dirinya bersama teman-teman angkatan pertama sudah dapat menghasilkan karya sendiri seperti gaun, rok blus dan blazer.
Selain itu, usai pelatihan yang diberikan dalam era Kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin ini para peserta pelatihan juga mendapatkan bantuan peralatan sebagai modal usaha bagi seperti mesin jahit, mesin obras, dan delapan jenis kain.
“Harapan kami, kedepan masih ada kegiatan seperti ini agar saudara-saudara kami yang belum berkesempatan mendapatkan pelatihan ini ,mereka juga diberi kesempatan seperti kami. Terakhir kami berdoa semoga Bapak Bupati dan Ibu Ketua Dekranasda beserta Bapak Kadis dan jajaran selalu diberi kesehatan,” pinta Graceana Inggrid diamini dan disertai tepukan tangan dari 19 teman angkatan pertama pelatihan menjahit lainnya.
Sementara itu, salah satu instruktur, Suster Yudiana Anastasia Dita, SSpS dalam kegiatan penutupan mengaku bangga terhadap para peserta yang mengikuti pelatihan menjahit yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Belu ini .
“Disini saya mau mengatakan, saya bangga dan mau katakan bahwa peserta pelatihan gelombang pertama in kemampuan untuk menjahit itu sudah sampai tingkat yang sangat baik termasuk keterlibatan dan kreativitas serta disiplin,” pintanya.
Suster Yudiana menjelaskan bahwa bahwa para peserta sudah dapat bersaing di dunia usaha sehingga perlu diasah kemampuan dan skill masing-masing secara mandiri.
Pada kesempatan itu, selaku instruktur, suster Yudiana juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu yang telah memfasilitasi atas terlaksananya kegiatan pelatihan menjahit ini. (Ronny)


