Wednesday, February 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jebolan Kapal Pesiar Tekuni Sampah Plastik Menjadi Barang Bernilai

SINGARAJA, The East Indonesia – Eka Darmawan, warga Banyuning Singaraja menekuni pengolahan sampah plastik sejak selesai terjun di dunia kapal pesiar. Sampah plastik ini diolah menjadi beberapa barang kerajinan dengan nilai tinggi yang sebagian besar dijual ke luar bali bahkan ke negara lain.

Sejak meninggalkan dunia kapal pesiar, Eka fokus terjun di pengolahan sampah plastik. Ia melihat selama ini sampah plastik tidak pernah selesai karena lebih banyak ke industri di Pulau Jawa. Karena rasa kesal ini ia berinovasi untuk membuat sesuatu yang lebih bernilai sejak tahun 2016 lalu.

“sudah harga murah tapi lebih banyak dikuasai di luar Bali, karena kesal saya berusaha untuk membuat industri sejak 2016 berupa pengolahan sampah plastik agar lebih eksis di Bali,” ucapnya.

Eka melibatkan lansia maupun ibu-ibu untuk menggeluti pengolahan sampah ini. Untuk pangsa pasar hasil dari olahan sampah plastik ini lebih banyak keluar Bali. Bahkan beberapa produk hasil pengolahan sampah yang di ekspor ke luar negeri.

“di Bali hanya hotel bintang lima yang sering meminta hasil karya pengolahan sampah, selebihnya lebih banyak yang dikirim ke luar Bali. Bahkan ada yang ke Spanyol dan juga beberapa negara lainnya juga meminati hasil karyanya,” imbuh Eka.

Selama ini Ia mengaku tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah didalam pengolahan sampah plastik ini. “tidak pernah ada perhatian dari pemerintah selama saya menekuni pengolahan sampah plastik ini. Saya bercita-cita mendirikan sekolah yang khusus untuk menghasilkan karya seni,” harapnya.

Sementara itu Ketua BMI Buleleng, dr Ketut Putra Sedana alias dr Caput yang mengunjungi tempat pengolahan sampah ini mengaku seharunya pemuda yang memiliki keterampilan seperti Eka perlu mendapatkan perhatian bahkan dari Pemerintah.

“Pemuda seperti Eka harunya mendapatkan perhatian karena mampu mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai. Saya sangat mengapresiasi segala kerja kerasnya dalam menekuni pengolahan sampah plastik ini,” tutup dr Caput.*Wisamaya

Popular Articles