Saturday, January 31, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sambut Musim Tanam, Pemkab Belu Siapkan Anggaran Olah Lahan Gratis bagi Petani

ATAMBUA, The East Indonesia – Memasuki persiapan musim tanam, Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Robertus Yeremias Mali, SP kepada awak media, Senin 15 Juli 2024 menerangkan bahwa olah lahan gratis ini menyasar pada 12 kecamatan yang ada di Belu sesuai alokasinya dan warga tak membayar sepeserpun.

“Tahun ini alokasi pengolahan lahan masyarakat seluas 650 hektar yang dilaksanakan secara gratis. Kegiatan ini sengaja dialokasikan untuk membantu petani dalam rangka mempersiapkan lahan mereka untuk menyambut musim tanam dua maupun musim tanam satu 2024 – 2025,” kata Robert Mali.

Olah lahan gratis ini lebih banyak di 9 Kecamatan sedangkan 3 Kecamatan lainnya ada di kota sehingga alokasinya sedikit.

“Adapun sebaran dari kegiatan ini ada di 9 kecamatan, 3 kecamatan dalam kota ini angkanya sangat sedikit. Sistim pengalokasiannya proporsional berdasarkan luas lahan kering yang dimiliki oleh kecamatan masing – masing,” ujar Robertus.

Target olah lahan gratis seluas 650 hektar ini jelas Robertus bahwasannya sesuai kemampuan anggaran yang ada dan ketersediaan Alsintan.

Disebutkan target 650 hektar olah lahan gratis ini sudah direalisasi seluas 151,50 hektar dengan sebarannya yaitu:

1. Kakuluk Mesak, target 50 hektar realisasi 25 hektar.

2. Tasifeto Barat 116 hektar, realisasinya 27,9 hektar.

3. Raihat 32 hektar, realisasi 11,8 hektar.

4. Lasiolat 35 hektar, realisasi 10 hektar

5 . Tasifeto Timur, 170 hektar realisasi 43,57 hektar.

6. Raimanuk 99 hektar, realisasi 22,35 hektar.

7. Lamaknen 35 hektar, realisasi 9,50 hektar.

8. Lamaknen Selatan 13 hektar, belum realisasi.

9. Nanaet 5 hektar, realisasi 5 hektar.

10. Atambua Barat, 5 hektar belum realisasi.

11. Atambua Selatan, 5 hektar realisasi 4,50 hektar.

12. Kota Atambua 10 hektar belum realisasi

“Walaupun kami menyadari bahwa tidak semua kebutuhan kami layani karena pertama, kita keterbatasan anggaran, kedua, kita juga keterbatasan Alsintan berupa traktor roda 4, yang mana tahun ini traktor yang sudah kita reparasi dan siap operasi itu sebenarnya ada 25 unit. Tetapi dalam operasional dalam minggu ini ada 6 yang mengalami kerusakan lagi sehingga memang kita masih butuh waktu karena seperti kita ketahui bahwa suku cadang traktor ini tidak dijual di Atambua sini, kita harus inden diperusahaannya sehingga butuh waktu. Ini rata – rata kampas komplen sehingga mesinnya hidup tapi tidak bisa jalan,” terang Robertus.

Lanjutnya, “Puji syukur sesuai proposal kita tahun ini, kita dilayani 3 unit tambahan dari APBN, tapi ini juga tidak bisa mengcover semua kebutuhan masyarakat karena kita punya luas lahan kering saja untuk tanam jagung sekitar 15 ribu hektar, sementara kita intervensi sekedar untuk membantu saja, jadi kita punya keterbatasan anggaran dan keterbatasan Asintan,” lanjutnya menambahkan.

Robertus Mali menegaskan lagi bahwa olah lahan saat ini benar – benar gratis dan warga tak membayar apapun.

“Kita olah lahan gratis ini masyarakat tidak dipungut biaya apapun, biasanyakan swadaya itu kita bantu traktor mereka siapkan operasionalnya baik BBM dan lainnya tapi kalau gratis ini satu sen pun mereka tidak bayar, betul – betul gratis, cuman terbatas maksimal 1 orang 1 hektar karena alokasi terbatas dan banyak orang yang dilayani. Tapi kalau yang swadaya berapapun yang diusulkan kita siap layani,” pungkas Robert Mali.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu juga mengakui banyaknya usulan masyarakat untuk olah lahan ini namun pihaknya realistis dengan anggaran dan kerusakan pada alat yang ada.

“Dilapangan usulan masyarakat ini terlalu banyak tetapi kita punya keterbatasan anggaran dan kerusakan – kerusakan pada alat kita seperti laher bajak patah, ekor bajak patah dan kampas koplen. Mudah – mudahan minggu depan seperti yang dijanjikan perusahaan alat akan tiba dan kita akan operasikan,” beber Robertus Mali.

Walau demikian Robert Mali memastikan bahwa target 650 hektar yang akan diolah tahun akan terpenuhi semuanya.

“Saya punya operator ini orang loyal semua, hari minggu pun kadang mereka kerja,” tandasnya.(Rony)

Popular Articles