Thursday, January 29, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kunjungan Paus Fransiskus di Timor, Imigrasi Atambua Tambah Konter Pelayanan dan Ratusan Personil Keamanan Disiagakan

ATAMBUA, The East Indonesia – Kantor Imigrasi Kelas II Atambua menyiapkan personil dan menambah konter pemeriksaan di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, NTT, Perbatasan RI-Timor Leste.

Kesiagaan personil dan penambahan konter pemeriksaan itu untuk mempermudah pelayanan terhadap WNI khususnya umat katolik dari NTT yang akan mengikuti Misa Agung yang dipimpin langsung Paus Fransiskus di Dili, Timor Leste pada 10 September 2024 nanti.

Hal ini disampaikan Kakanim Atambua, Indra Maulana didampingi pejabat perwakilan Kakanwil NTT, Imam Keuskupan Atambua dan pejabat perwakilan Imigrasi Timor Leste dalam jumpa pers di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, NTT, Perbatasan RI-Timor Leste, Sabtu 7 September 2024 siang.

Menurut Indra, Imigrasi Atambua sejak dua hingga tiga bulan lalu telah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Imigrasi Timor Leste dalam hal penerbitan paspor jamaah atau umat yang ingin berziarah ke Dili, Timor Leste saat kunjungan Paus Fransiskus.

“Kami dengan Imigrasi Timor Leste juga sepakat untuk melakukan pemeriksaan keimigrasian secara bersama sehingga mempermudah,” ungkap Indra.

Pihaknya juga jelas Indra, telah menyiagakan 80 orang petugas dan menambah konter menjadi 8 konter pemeriksaan sejak tanggal 6-12 September.

“Biasanya hari biasa hanya 30 orang dan 3 konter Imigrasi. Tetapi berkenaan dengan kunjungan Paus Fransiskus kami menambah menjadi 8 konter sehingga memperlancar jemaat yang akan melintas melalui PLBN Motaain. Konter pemeriksaan yang ditambahkan ini untuk antisipasi para peziarah ke Timor Leste agar tidak terjadi pemadatan saat pelayanan,” terang Indra.

Sementara itu, setidaknya ada 700-an personil gabungan aparat TNI dan Polri diterjunkan untuk siaga di sepanjang garis perbatasan Indonesia-Timor Leste menjelang kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste.

Ratusan personel aparat TNI dan Polri ini diterjunkan untuk mengawasi dan mengamankan WNI khususnya umat Katolik yang akan melintas masuk mengikuti Misa Agung yang dipimpin Paus Fransiskus di Tasi Tolu, Dili, Ibu Kota Negara Timor Leste pada 10 September 2024.

Hal ini disampaikan Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol Deonijiu De Fatima didampingi Kapolres Belu dan Dankipam I Motaain Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY kepada wartawan usai meninjau langsung pengamanan di PLBN Motaain, Sabtu 7 September 2024.

Menututnya, aparat TNI dan Polri telah melakukan koordinasi untuk menempatkan personel di tempat-tempat yang sekiranya dilintasi masyarakat.

Terutama lanjut Kombes Pol Deonijiu di pintu masuk secara resmi seperti di PLBN Motaain.

“Jumlah personel TNI dan Polri yang dilibatkan kurang lebih 700 personil. Untuk pengamanan khusus Polri sekitar 628 personil baik itu dari jajaran Polres Belu, dibackup Polres Malaka, TTU dan Polda NTT. Kemudian TNI dari Korem dan pasukan yang menjaga di batas maupun pos-pos yang sudah ditentukan,” katanya.

Peningkatan pengawasan dan pengamanan juga jelas Kombes Pol Deonijiu akan dilakukan di jalan alternatif yang dilewati umat tanpa paspor mulai dari Motaain sampai Mota Masin.

“Ini untuk antidipasi umat yang menyebrang tanpa dokumen resmi atau paspor,” sebutnya.

Ia menuturkan, umat yang terdata baik dari Keuskupan Kupang dan Keuskupan Atambua yang akan melintas masuk ke Timor Leste akan dicek petugas Imigrasi dan Bea Cukai juga petugas di perbatasan soal kelengkapan administrasi (paspor).

“Kami mengimbau umat yang akan melaksanakan kegiatan ini dengan aman, tertib dan lancar. Baik mulai dari keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Timor Leste hingga kembali ke Indonesia dengan selamat,” pintanya.

Selain itu, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD menyampaikan bahwa peziarah yang akan mengikuti Misa Agung Paus Fransiskus di Dili dari Keuskupan Kupang dan Keuskupan Atambua.

Peziarah dari Keuskupan Kupang jelas Pater Vincentius berjumlah 201 orang dan dari Keuskupan Atambua 519 orang.

“Paspor semua sudah beres berkat dukungan dan bantuan dari Imigrasi Atambua. Untuk keberangkatan, dari kupang tanggal 8 dan nanti tanggal 9 September dengan peziarah dari Atambua sama-sama. Misa tanggal 10 September,” katanya.

Diketahui, Paus Fransiskus selaku pemimpin umat Katolik dunia melakukan perjalanan apostolik ke Asia Pasifik pada bulan September 2024.

Ada empat negara yang dikunjungi meliputi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. (Ronny)

Popular Articles