ATAMBUA, The East Indonesia – Seorang anak mahasiswi di Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari programnya Pemkab Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM.
Mahasiswi yang akrab disapa Yuyun Sakan ini berasal dari dusun Batumerah, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Diketahui Yuyun adalah putri dari Petrus Sakan dan Hendrika Funan. Petrus Sakan memiliki profesi sebagai sopir di Toko Berdao Atambua dan Hendrika Funan adalah seorang Ibu Rumah Tangga.
Karena belum sempat berterimakasih langsung kepada Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM, saat kampanye AT-AK di Batumerah, Desa Naekasa, Ibu pun memberanikan diri ikut dan mengucapkan hal tersebut secara langsung, Minggu 6 Oktober 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Hendrika Funan mengisahkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar dirinya mendengar adanya program bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa-mahasiswi dari Bupati Belu, dokter Agustinus Taolin.
“Kurang lebih 3 bulan terakhir suami saya sakit dan belum bisa bekerja. Saya sempat berpikir untuk berpikir untuk pergi merantau saja karena saya punya anak ada kuliah di Unika Kupang (Universitas Katolik Widya Mandira), itu swasta dan mahal,” pintanya.
Ditambahkan, “ada teman saya sempat bilang coba cek ke bagian Kesra Pemkab Belu karena ada bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa-mahasiswi di perguruan tinggi.”
Pada tanggal 5 Juli 2024, Hendrika Funan mengecek langsung ke bagian Kesra Belu dan dimintai untuk melengkapi beberapa persyaratan untuk mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemkab Belu.
“Ada persyaratan utama indeks prestasi anak dan keterangan keluarga tidak mampu. Saya pun coba-coba untuk mengurus semuanya untuk dimasukkan ke Kesra Belu,” tuturnya.
Karena keluarga sederhana dan tidak mempunyai “orang dalam” sempat ada cibiran dari tetangga disini.
“Saya sempat diingatkan oleh seseorang bahwa jangan urus capek-capek, karena tidak ada orang dalam, percuma tidak akan dapat. Tetapi saya tetap coba antar saja,” pungkas Hendrika.
Disampaikan, usai memasukkan semua berkas, ternyata Pemkab Belu merespon dengan baik dan bisa memberikan beasiswa bagi anaknya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih Pemerintah Kabupaten Belu yang telah memberikan beasiswa dan dengan kemurahan hati Bapak Bupati (Dokter Agustinus Taolin) membuat keluarga kami merasa lega,” imbuh Hendrika Funan.
Terpantau, kampanye AT-AK di Batu Merah, Desa Naekasa, dihadiri Calon BUPATI Belu, dokter Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM (AT) dan calon WAKIL BUPATI Belu, Yulianus Tai Bere (AK) periode 2024-2029 didampingi pimpinan partai politik (Parpol) pengusung yakni Partai Golkar, PSI, PAN, PKB, PKS dan juru kampanye. (Ronny)


