ATAMBUA, The East Indonesia – Dinas Kesehatan Kabupaten Belu mengadakan kegiatan “Sosialisasi dan Penilaian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas dan Launching Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Belu”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Selasa 22 Oktober 2024.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Belu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM didampingi Kadis Kesehatan Belu, drg. Ansilla Mutty; dan Inspektur Inspektorat Belu.
Peserta kegiatan ini, Perwakilan Dinas Kesehatan Belu, Perwakilan Puskemas se-Kabupaten Belu dan beberapa perwakilan OPD terkait.
Bupati Belu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas dan Launching Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Belu ini.
“Dengan ILP ini tentunya sangat membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Belu. Saat ini sudah 9 dari 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu telah Integrasi Layanan Primer. Harapannya tahun depan semua Puskesmas sudah bisa terintegrasi Layanan Primer,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu pilar transformasi kesehatan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kesehatan berdasarkan siklus hidup yang mudah diakses dan terjangkau sampai pada tingkat masyarakat, keluarga dan individu.
Transformasi layanan primer difokuskan untuk meningkatkan layanan promotif dan preventif, seperti memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, promosi kesehatan, membangun infrastruktur, melengkapi sarana, prasarana, SDM, serta memperkuat manajemen.
Perubahan mendasar pada transformasi layanan kesehatan primer terletak pada desain layanan yang difokuskan pada kelompok sasaran (people center) yang diberikan sampai ke tingkat dusun dan keluarga. Pada level kecamatan, desa ini memberikan paket layanan untuk masing-masing siklus hidup di berbagai tingkatan layanan kesehatan yang ada di Puskesmas, baik pelayanan di dalam gedung maupun luar gedung.
“Untuk diketahui bahwa kami di Kesehatan bekerja berdasarkan 6 pilar transformasi kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ” ujar Ansilla Mutty.
Diterangkan bahwa sejak tahun 2023, Dinas Kabupaten Belu dibantu Momentum sudah penjajakan ILP Puskesmas dan saat ini sudah ada 9 Puskesmas di Belu yang menjadi ILP.
“Saat itu kami diminta menunjuk satu Puskesmas sebagai pilot project untuk ILP, saya secara spontan memilih Puskesmas Halilulik. Dan Puji Tuhan Puskesmas Halilulik mendapat penghargaan sebagai Puskesmas Tempat Kaji Banding Integrasi Layanan Primer Terbanyak yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kami berkomitmen pada tahun 2025, semua Puskesmas sudah ILP demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat Belu yang lebih baik,” pinta Kadis Kesehatan Belu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty juga menjelaskan bahwa Pelayanan di Puskesmas akan terbagi menjadi 5 klaster yaitu Klaster Manajemen, Klaster Ibu dan Anak, Klaster Pelayanan Kesehatan Usia Dewasa dan Lansia, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular dan Lintas Klaster. Perubahan ini akan mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan di setiap desa.
“Melalui integrasi pelayanan kesehatan primer, peran Puskesmas sebagai penanggung jawab wilayah dalam kesehatan di wilayah kerjanya akan semakin diperkuat dengan aktifnya Pemantauan Wilayah Setempat tingkat desa/keluruhan oleh petugas kesehatan bersama kader. Lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi di bidang kesehatan memiliki peran yang menentukan untuk keberlangsungan transformasi pelayanan kesehatan primer. Kami akan tata semuanya termasuk sampai pada kunjungan rumah,” pintanya. ***(Ronny)


