Friday, January 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

KPUD Kota Denpasar Target Partisipasi Pemilih 65%, Hindari PSU dan Gugatan ke MK

DENPASAR, The East Indonesia – KPUD Kota Denpasar berupaya keras untuk memenuhi target partisipasi pemilih sebanyak 65% dari total pemilih di Kota Denpasar sebanyak 570.561 orang. Ketua KPUD Kota Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggaraeni mengatakan, target partisipasi pemilih ini sudah disesuaikan dengan target partisipasi pemilih untuk KPU RI yakni sebanyak 81% dan target partisipasi pemilih untuk Pilgub Bali sebesar 75%. “Sehingga kami di Kota Denpasar menargetkan partisipasi pemilih sebesar 65% dari total pemilih yang terdaftar. Target ini sangat rasional dan tidak melampaui target partisipasi pemilih di KPUD Provinsi Bali,” ujarnya.

Untuk memenuhi target partisipasi pemilih di Kota Denpasar, Anggaraeni mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat baik melalui media massa cetak dan elektronik dan juga media sosial. “Kerjasama dan koordinasi kami dengan seluruh stakeholder terkait sehingga seluruh tahapan dan kegiatan yang kami laksanakan dapat berjalan dengan lancar, termasuk juga sosialisasi kepada masyarakat dibantu rekan-rekan media melalui rilis beritanya juga sangat membantu kami, sehingga kami berharap tahapan Pilkada 2024 ini dapat kami laksanakan dengan lancar sesuai dengan regulasi dan tingkat partisipasi masyarakat di Kota Denpasar lebih meningkat dibanding dengan pemilu sebelumnya. Pilkada sebelumnya 2024 kami berhasil untuk mewujudkan harapan yang atau target yang disampaikan oleh pimpinan di KPU Provinsi Bali, untuk tidak ada PSU tidak ada gugatan ataupun sengketa dan kami berharap di pada 2024 ini juga bisa terwujud tidak ada PSU atau pemungutan suara ulang dan juga tidak ada gugatan dan sengketa,” ujarnya.

Untuk mencapai target itu, KPUD Kota Denpasar sudah melakukan beberapa hal. Pertama, memberikan pembekalan melalui bimbingan teknis dan juga sosialisasi kepada penyelenggara di tingkat bawah baik di PPS dan KPPS yang sudah dilantik tanggal 7 November 2024. Pasca dilantik ada juga Bimtek selama beberapa hari lagi. Selanjutnya sampai menuju hari H nanti, KPUD Kota Denpasar secara berkala dan rutin tetap memberikan tambahan pembekalan-pembekalan kepada ujung tombak di tingkat desa, RT dan TPS. Kedua, pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh desa adat di Kota Denpasar untuk sosialisasi Pemilu yang aman dan damai. Pesertanya adalah seluruh generasi muda, karangtaruna, ibu-ibu PKK, dan semua warga sejauh yang bisa hadir.

Sementara untuk menghindari gugatan dan PSU, KPUD Kota Denpasar juga sudah berupa keras untuk melakukan Pemilu yang jujur dan sesuai dengan regulasi yang ada. Pihaknya sudah bertemu dengan seluruh elemen terkait di tingkat Banjar atau Desa Adat di seluruh Kota Denpasar. Pada Pemilu sebelumnya, Kota Denpasar tidak ada gugatan atau PSU. Kondisi ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam Pilkada serentak November mendatang. “Kami berharap di Kota Denpasar tidak ada PSU, tidak ada gugatan atau sengketa dalam Pilkada serentak November mendatang ini,” ujarnya.

Pihaknya sudah turun ke 35 desa adat di Bali untuk sosialisasi Pemilu, anti siap, taat regulasi, anti hoax, tidak melakukan kecurangan, anti intimidasi dan semuanya berjalan dengan lancar dan sukses. Pihaknya tidak memiliki peta kerawanan di Kota Denpasar. Hanya ada 5 TPS dari pengalaman sebelumnya yang melakukan perhitungan suara ulang dan bukan PSU. Dan hasilnya tetap sama dengan hasil perhitungan suara sebelumnya karena hanya salah input jumlah. Ke-5 TPS tersebut tidak masuk dalam peta kerawanan Pemilu di Kota Denpasar.*(Chris)

Popular Articles