ATAMBUA, The East Indonesia – Tim Pasangan Calon, Willybrodus Lay dan Vicente Hornai Gonsalves dengan tagline Sahabat Sejati diduga membuat gaduh acara penyerahan Bantuan Perlengkapan dan Biaya Personil Pendidikan untuk siswa-siswi SMPN 1 Atambua.
Acara penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens, MM didampingi Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin dan beberapa Pimpinan OPD Belu.
Acara yang menghadirkan para guru, orang tua siswa dan siswa SMPN 1 Atambua penerima Bantuan Perlengkapan dan Biaya Personil Pendidikan ini berlangsung di halaman SMPN 1 Atambua, Senin sore 25 November 2024.
Dalam video amatir yang diperoleh dan beredar di media sosial, terlihat beberapa lelaki yang adalah timsus Sahabat Sejati menghampiri acara Bantuan Perlengkapan dan Biaya Personil Pendidikan untuk siswa-siswi SMPN 1 Atambua.
Beberapa lelaki diantaranya meminta untuk siswa dan orangtuanya serta para guru SMPN 1 Atambua bubar dan menunda penerimaan bantuan yang seharusnya terjadi sore tadi dengan salah satu alasan dalam masa tenang Pilkada 2024.
Meskipun sudah dibagikan secara simbolis bantuan tersebut, namun siswa dan penerima Bantuan Perlengkapan dan Biaya Personil Pendidikan untuk siswa-siswi SMPN 1 Atambua harus pulang dengan tangan kosong karena bantuan baru bisa diterima setelah tanggal 27 November 2024.
Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin, SE, MSi saat dikonfirmasi media ini menegaskan bahwa kegiatan penyerahan Bantuan Perlengkapan dan Biaya Personil Pendidikan untuk siswa-siswi TK Asisi Onaboi, SDK Motabuik dan SMPN 1 Atambua tidak ada muatan politik untuk Pilkada 2024.
“Kegiatan hari ini tentu saja tidak ada muatan politis dalam konteks Pilkada tetapi semata-mata pelaksanaan program kerja Pemerintah yang memang sudah dijadwalkan sejak jauh hari,” pungkasnya.
Dijelaskan bahwa Anggaran kegiatan ini berasal dari DPA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab Belu TA. 2024 dalam Program Pengelolaan Pendidikan Kegiatan Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah Pertama dengan mata anggaran Belanja Beasiswa dan Belanja Barang Dijual/ Diserahkan kepada Masyarakat.
Sekda Belu menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang saat peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024.
“Kita memang sengaja menyerahkannya hari ini tanggal 25 November 2024 karena sekalian momentum Hari Guru Nasional,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Jap Prihatin ini pun menyampaikan bahwa Surat himbauan dari Bawaslu untuk tidak membagikan bantuan sosial sudah diterima pihak Pemkab Belu.
“Surat himbauan Bawaslu sudah kami terima, namun untuk membatalkan acaranya tidak mungkin karena kegiatan ini sudah dijadwalkan dan supaya para murid dan orangtua calon penerima tidak kecewa. Kami menyesalkan kejadian ini, karena ini kegiatan resmi pemerintah yang didanai dari APBD. Tetapi untuk menjaga situasi agar tetap kondusif menjelang tanggal 27 November nanti, pembagian beasiswa, seragam dan perlengkapam sekolah untuk siswa siswi SMPN 1 Atambua ditunda setelah tanggal 27 November nanti. Begitu juga untuk sekolah sekolah lainnya diseluruh Kabupaten Belu,” urai Sekda Belu.(Rony)


