Friday, March 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wabup Belu Pimpin Apel Hari Bakti PU Ke-79, Insan PU Diajak Mantapkan Swasembada Pangan dan Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Bupati Belu Dr. Aloysius Haleserens memimpin Upacara Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum Ke-79 Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2024 yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Belu, Selasa (3/12/2024).

Bakti PU Sigap Membangun Negeri Untuk Rakyat adalah Tema Hari Bakti PU ke-79 Tahun 2024, sebagai momentum penting bagi seluruh keluarga besar Kementerian PU untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur serta nilai-nilai dan semangat dalam menjaga kekompakan, disiplin, pengabdian, dan sportivitas dalam bekerja.

”Saya mengajak semua insan PU agar dalam melaksanakan tugas yang kita emban, tentunya kolaborasi dan sinergi sangat diperlukan agar infrastruktur yang dibangun dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” demikian Menteri PU, Dody Hanggodo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Belu, Dr. Aloysius Haleserens.

Pada kesempatan itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo.mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap pimpinan, pegawai, jajaran dan seluruh mitra kerja Kementerian PU atas kinerja dan dedikasinya di tahun ini.

“Peringatan Hari Bakti PU Ke-79 Tahun 2024 sangat spesial karena pada tahun ini, rakyat Indonesia memiliki Presiden dan Wakil Presiden baru yakni Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabumi Raka,” ungkap Wabup Belu dalam sambutan Menteri PU Dody Hanggodo.

Melalui Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terdapat 2 misi tugas dan fungsi utama Kementerian Pekerjaan Umum yaitu memantapkan swasembada pangan dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Untuk melaksanakan arahan Presiden, Kementerian PU telah menyusun program Quick Wins pembangunan infrastruktur untuk dilaksanakan secara sistematis dan terpadu.

Pertama, quick wins 3 mendukung ketahanan pangan melalui optimalisasi manfaat bendungan yang sudah dibangun untuk melayani irigasi melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta pembangunan jalan dan jembatan untuk mendukung konektivitas menuju sentra pangan, termasuk food estate di Kalteng, Merauke, Papua Selatan, NTT dan lain-lain.

Kedua, quick win 4 yakni mendukung wajib belajar 13 tahun melalui pembangunan dan renovasi sekolah/madrasah di berbagai pelosok tanah air. Kementerian PU menargetkan pembangunan/renovasi sekolah untuk 11.420 unit mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK/SLB/dan lain-lain serta madrasah. Pada peringatan Hari Bakti PU Ke-79, Menteri PU membeberkan hasil karya pembangunan infrastruktur selama 10 tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur yang masif telah dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing nasional, antara lain.

Pertama, Bidang Sumber Daya Air yaitu pembangunan 61 unit bendungan dengan progres saat ini telah selesai 53 bendungan, jaringan irigasi seluas 1,24 juta hektar, pengendali banjir, dan pengaman pantai sepanjang 2.041 km.

Kedua, Bidang Bina Marga yakni pembangunan jalan tol sepanjang 2.432 km, 5.999 km jalan nasional baru, jembatan bentang panjang sepanjang 125.900 m, dan flyover/underpass sepanjang 27.670 m.

Ketiga, Bidang Cipta Karya yaitu, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 36.380 liter/detik, penanganan sanitasi dan persampahan untuk 13,7 juta KK, dan penanganan kawasan permukiman seluas 94.320 Ha.

Saat ini, kata Menteri Dody, seluruh wilayah Indonesia memasuki musim penghujan. Berdasarkan Climate Outlook 2025 yang diterbitkan oleh BMKG, pada akhir Tahun 2024 dan awal Tahun 2025, Indonesia akan menghadapi tantangan cuaca yang lebih ekstrem. Curah hujan tinggi diprediksi akan lebih sering terjadi yang berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor.

“Saya ingin mengingatkan kembali instruksi saya kepada seluruh jajaran Kementerian PU untuk bersiap siaga dalam menghadapi situasi ini, dengan memastikan kesiapan infrastruktur baik sumber daya air, jalan dan jembatan dalam kondisi baik dan berfungsi prima, melakukan penguatan koordinasi dan komunikasi , perkuat koordinasi dengan Kementerian /Lembaga, pastikan ketersediaan anggaran tanggap darurat bencana, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat” ungkap Menteri Dody.

”Berikan informasi yang mudah dipahami mengenai langkah-langkah yang harus diambil masyarakat saat terjadi bencana, khususnya di daerah rawan bencana. Monitoring dan evaluasi berkelanjutan lakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi infrastruktur dan evaluasi pelaksanaan kesiapsiagaan secara rutin,” tutup Menteri PU. (Ronny)

Popular Articles