ATAMBUA, The East Indonesia – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap 2 korban lainnya yang termasuk dalam korban kecelakaan perahu Lampara di perairan Pantai Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Rabu, 26 Maret 2025 akhirnya bisa ditemukan.
Kedua korban yang selama ini dicari adalah bapak dan anak yakni atas nama Mus Bani (bapak) dan Boy Bani (anak 5 tahun).
Penemuan 2 korban ini didapatkan oleh tim pencarian dan masyarakat setempat di Pantai Oebubun pada subuh pagi ini, Sabtu 29 Maret 2025.
Namun sayangnya bapak dan anak ini ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia dan terapung diatas air laut.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Timor Tengah Utara (TTU), Kompol Jemy Octovianus Noke, SH kepada media The East Indonesia, Sabtu pagi 29 Maret 2025 melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa subuh pagi ini telah ditemukan 2 korban Mus Bani (bapak) dan Boy Bani (anak 5 tahun) dalam keadaan meninggal dunia.
Kompol Jemy Noke mengatakan bahwa saat ini pihak Polri, TNI dan Tim SAR tengah melakukan evakuasi terhadap kedua korban tersebut.
“Barusan 2 korban hilang sudah ditemukan meninggal dunia. Jadi sekarang Tim sementara evakuasi,” ujarnya.
Untuk diketahui, dari 8 orang yang berada dalam kecelakaan perahu Lampara di perairan Pantai Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Rabu, 26 Maret 2025 terdapat 5 orang meninggal dunia dan 3 lainnya selamat.
Lima (5) korban meninggal dunia, yakni Raymundus Sau Fernandes (Mantan Bupati TTU), Adrianus Mado (mekanik asal Kefa), Andreas Mado (pelajar SD asal Kefa), Mus Bani dan Boy Bani.
Sementara tiga (3) yang selamat yaitu Kasmir Koa, Irenius Opat, dan Melianus Yori.*** (Ronny)


