Wednesday, April 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hingga Hari ke-2, Wakapolres TTU Ungkap Masih Lakukan Pencarian Terhadap 2 Korban Yang Hilang Dalam Kecelakaan Perahu Lampara di Oebubun

KEFAMENANU, The East Indonesia – Hingga malam hari ini, Jumat 28 Maret 2025, pihak TNI, Polri dan Tim SAR serta masyarakat sekitar masih terus melakukan pencarian terhadap 2 korban kecelakaan perahu Lampara di perairan Pantai Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Rabu, 26 Maret 2025.

Kedua korban adalah bapak dan anak yakni atas nama Mus Bani (bapak) dan Boy Bani (anak 5 tahun).

Pencarian korban tenggelam ini dilakukan di darat dengan menyisir pantai dan di laut menyisir dari titik koordinat tenggelam perahu Lampara mancing.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Timor Tengah Utara (TTU), Kompol Jemy Octovianus Noke, SH saat dikonfirmasi awak media online The East Indonesia melalui pesan WhatsApp, Jumat 28 Maret 2025 mengungkapkan bahwa hingga malam ini pencairan korban Mus Bani dan anaknya Boy Bani belum ditemukan dan akan dilanjutkan pencairannya besok hari.

“Sampe hari kedua, saat ini belum menemukan 2 orang yang masih hilang,” tuturnya.

Untuk diketahui diberitakan sebelumnya kecelakaan perahu Lampara di perairan Pantai Oebubun, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Rabu, 26 Maret 2025 menenggelamkan 8 orang yang sedang melakukan pancing.

“Kejadian bermula ketika sebuah perahu yang digunakan oleh delapan orang pemancing mengalami kecelakaan. Perahu tersebut berangkat dari Pantai Wini sekitar pukul 14.45 WITA,” pungkas Wakapolres TTU, Kompol Jemy Noke saat dikonfirmasi wartawan media The East Indonesia, Jumat sore 28 Maret 2025.

Saat itu, Raymundus Sau Fernandes (mantan Bupati TTU 2 periode) bersama tujuh orang lainnya, yaitu Kasmir Koa, Irenius Opat, Melianus Yori Betay, Adrianus Mado, Andianus Mado, Mus Bani, dan Boy Bani, sedang memancing ikan menggunakan perahu lampara dengan cuaca yang cerah.

Namun, pada malamnya cuaca berubah drastis karena hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Hal ini menyebabkan perahu oleng dan mengalami kebocoran di bagian belakang, sehingga air masuk ke dalam perahu.

Mesin pun mati, dan kapal kehilangan daya dorong. Menyadari situasi yang berbahaya, para penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari perahu dan berenang menuju pantai.

Kasmir Koa, Irenius Opat, dan Melianus Yori Betay berhasil mencapai bibir pantai dengan selamat.

“Pada malam harinya, sekitar pukul 23.30 WITA, tiga orang yang selamat berhasil menghubungi Call Center 110 Polres TTU dan melaporkan peristiwa tersebut,” ujar Kompol Jemy Noke.

“Dalam proses pencarian tersebut, ditemukan tiga korban meninggal dunia, yakni Raymundus Sau Fernandes (Mantan Bupati TTU), Adrianus Mado (mekanik asal Kefa), dan Andreas Mado (pelajar SD asal Kefa),” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Belu tahun 2017-2018. (Ronny)

Popular Articles